Pendidikan & Kesehatan

Tiap Hari, Tumpukan Sampah di Pamekasan Capai 270 Ton

Pamekasan (beritajatim.com) – Beragam jenis sampah yang menumpuk di sejumlah titik di kabupaten Pamekasan, diperkirakan mencapai angka seberat 270 ton. Bahkan jumlah sampah tersebut merupakan angka total sampah setiap hari.

Kondisi tersebut tentunya dibutuhkan peran serta seluruh pihak, khususnya masyarakat di kabupaten Pamekasan, agar bersama-sama mewujudkan Pamekasan Bersih dan Cantik seperti yang digaungkan oleh Pemkab setempat, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Saat ini ada sekitar 270 ton sampah di kabupaten Pamekasan, angka itu setiap hari. Sehingga dibutuhkan peran serta masyarakat untuk bersama mengatasi persoalan sampah ini,” kata Kepala DLH Pemkab Pamekasan, Amin Jabir, Selasa (17/11/2020).

Ajakan tersebut juga sengaja dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan cita-cita ‘Pamekasan Bebas Sampah Pada 2025’ yang dituangkan melalui Jakstrada Pamekasan 2018/2023. Sekaligus sebagai amanah dalam Kebijakan Strategi Nasional (Jakstanas). “Dari itu, pemerintah bertanggung jawab untuk mengedukasi, memfasilitasi dan memprovokasi masyarakat,” ungkapnya.

Dari itu peran serta dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan bebas sampah, sekalipun harus dilakukan dengan beragam cara dan upaya edukasi maupun sosialisasi secara intens. “Bila peran ini dijalankan dengan baik, maka persoalan sampah dapat segera diselesaikan,” tegasnya.

“Ada prioritas dalam penanganan sampah di Pamekasan, seperti di hinterline atau pinggir kota, termasuk wilayah pesantren dan pasar yang juga cukup besar untuk wilayah desa, serta desa-desa di pinggir sungai atau pantai. Apalagi timbunan sampah di objek-objek itu memang sangat tinggi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, beragam program juga sudah dicanangkan DLH Pamekasan untuk mengatasi persoalan sampah. Di antaranya Program Kali Bersih (Prokasih), Pantai Lestari, Program Kelurahan Bersih hingga Sekolah Adiwiyata. “Tentunya program ini harus berbasis peran serta masyarakat, jadi wajib bagi masyarakat berpartisipasi dan wajib pula pemerintah menyelesaikan persoalan sampah,” imbuhnya.

“Melalui beragam program ini kami ingin menanamkan sekaligus mengedukasi masyarakat sejak dini, khususnya mulai dari jenjang pendidikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” pungkas pria yang akrab disapa Pak Jabir. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar