Pendidikan & Kesehatan

Tiap Desa di Banyuwangi Diminta Bikin Ruang Isolasi

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Banyuwangi, dr. Widji Lestariono saat meninjau rumah singgah untuk isolasi warga di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. (rindi)

Banyuwangi (beritajatim.com) – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Banyuwangi, dr. Widji Lestariono mendorong agar setiap desa memiliki rumah singgah sebagai ruang isolasi bagi warga atau pemudik. Pasalnya, isolasi mandiri bagi para pendatang hukumnya wajib.

“Jadi kami berharap pemerintah desa bisa menyiapkan rumah untuk isolasi bagi warga. Sehingga bagi mereka yang mungkin tidak memiliki ruang untuk isolasi bisa memanfaatkan rumah tersebut,” kata dr. Rio sapaan akrab Widji Lestariono, Rabu (15/4/2020).

Rumah singgah, kata Rio, disiapkan khusus untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona covid 19. Pemerintah desa bisa berkordinasi dengan petugas kesehatan untuk penanganan medisnya.

“Jika ada warga yang datang harus segera didata, lalu dilakukan tes kesehatan. Dan wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Adanya rumah singgah, juga mengantisipasi penyebaran terhadap keluarga di rumah,” katanya.

Sejauh ini, sudah ada 216 rumah isolasi yang tersedia dengan lebih dari 500 kamar atau sekitar 800 bed yang tersebar di berbagai desa. Bagi warga yang ingin memanfaatkan rumah tersebut bisa mengakses di website www.corona.banyuwangikab.go.id. Warga juga dapat mengetahui nomor telepon masing-masing rumah isolasi yang paling dekat dengan tempat tinggalnya. [rin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar