Pendidikan & Kesehatan

Testimoni Para Tokoh Usai Divaksin Covid-19

Wakapolres Ponorogo Kompol Meiridiani

Ponorogo (beritajatim.com) – Ponorogo sudah mulai melakukan vaksinasi tahap pertama. Sedikitnya 3.850 tenaga kesehatan (nakes) di Bumi Reyog akan disuntik vaksin CoronaVac, produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China tersebut. Program suntikan pertama ini diperkirakan akan selesai dilakukan hingga akhir bulan Januari ini.

Pencanangan vaksinasi dilakukan pada hari ini Rabu (27/1) bertempat di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo. Ada 9 tokoh yang merupakan perwakilan dari Pemkab setempat, Polres, Kodim 0802, Kejari, Pengadilan Negeri, Kemenag, BPBD, Satpol PP, Muhammadiyah melakukan vaksinasi tahap pertama ini.

Selain 9 tokoh itu, juga ditambah perwakilan dari 4 organisasi nakes. Meliputi IDI, PDGI, IBI dan PPNI melengkapi pencanangan vaksin di Ponorogo.

Berikut testimoni beberapa tokoh dan perwakilan organisasi nakes yang sudah melakukan suntik vaksin yang pertama di Ponorogo.

Sekda Agus Pramono:
Suntikannya sih cuma kayak digigit semut. Sekarang atau nanti kan juga akan disuntik, jadi saya siap saja. Saya menghimbau ke masyarakat jangan takut, ini untuk menekan perkembangan Covid-19, khususnya di Ponorogo.

Wakapolres Ponorogo Kompol Meiridiani:
Harapan dari vaksinasi ini kan untuk tidak terpapar virus corona. Persiapannya ya kemarin tes swab dan hasilnya negatif. Saya yakin apa yang dilakukan negara untuk masyarakat adalah yang terbaik. Jadi ya harus divaksin untuk meminimalisir penularan virus corona.

Pasi Ops Kodim 0802 Ponorogo Kapten Armed Jamaluddin:
Seperti yang disampaikan Pak Bupati, vaksinasi supaya kita terhindar dari Covid-19. Rasanya ya biasa saja, tidak kerasa apapun. Saya berangkat kesini tadi semangat sekali. Kalau ragu-ragu ya kembali saja.

Kajari Ponorogo Khunaifi Alhumami

Kajari Ponorogo Khunaifi Alhumami:
Ini bagian ikhtiar menjaga kesehatan kita. Sebagai umat beragama, selain bertawakal kepada Allah, kita juga disuruh berikhtiar. Vaksinasi ini bentuk ihktiar, mudah-mudahan ini mencegah penularan Covid-19. Kalau kita diam saja, malah meningkatkan resiko penularan.

Sekretaris PD Muhammadiyah Ponorogo, Muhammad Idris Septianto:
Ulil Amri Minkum artinya Pemerintah sudah ambil kebijakan. Vaksinasi ini kebijakan Pemerintah yang harus diikuti masyarakat. Muhammadiyah dan MUI sudah mengambil kebijakan bahwa tidak ada masalah dilakukan vaksinasi. Untuk itu kita sami’na wa atha’na, selama itu untuk kebaikan masyarakat. Insyallah warga Muhammadiyah siap mensukseskan.

Sekretaris PD Muhammadiyah Ponorogo, Muhammad Idris Septianto

Ketua IDI Ponorogo Aris Cahyono:
Seluruh nakes insyaallah siap divaksin. Karena vaksinasi sangat penting untuk pencegahan penularan Covid-19. Kenapa nakes yang pertama, ya supaya bisa menjadi contoh ke depan supaya vaksinasi ini sukses. Kalau yang divaksin kurang dari 70 persen, nanti ya kurang efektif. Vaksin bisa meningkatkan imunitas kita sebagai pelayan kesehatan masyarakat. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar