Pendidikan & Kesehatan

Tesis Konflik Syi’ah-Sunni Antar Ketua PWI Pamekasan sebagai Calon Magister

Pamekasan (beritajatim.com) – Hasil penelitian dalam bentuk tesis berjudul ‘Keberpihakan Jurnalis dalam Konflik Syi’ah-Sunni di Sampang Madura’, mengantar Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Abd Aziz sebagai calon Magister Media Komunikasi (M.Medkom) di Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.

Status sebagai calon magister tersebut bakal diterimanya pasca mempertanggung jawabkan hasil penelitian di hadapan lima orang profesor yang diplot sebagai penguji tesis miliknya yang dilaksanakan di Ruang 205 Gedung A FISIP UNAIR Surabaya, Senin (22/7/2019).

Dalam proses penelitian yang menitik beratkan pada jurnalis Sampang peliput konflik bernuansa SARA dengan pendekatan teori hirarki terhadap isi media, Pewarta LKBN Antara Jawa Timur dibimbing langsung oleh Prof Rachmah Ida, Ph.D dan Dr Suko Widodo, dan diselesaikan dalam kurun waktu hampir satu tahun sejak awal 2018 lalu.

“Tesis yang kami angkat tentang konflik Syiah-Sunni di Sampang Madura, dalam hal ini kami meneliti beberapa hal yang menjadi penyebab jurnalis mengambil angle berbeda dalam pemberitaan konflik Syi’ah-Sunni di Sampang. Sumber penelitian ini kami fokuskan pada tiga jurnalis berbeda,” kata Abd Aziz kepada beritajatim.com.

Selain itu, pria asli Bumi Gerbang Salam juga melakukan penelitian pada latar belakang pendidikan, sosial budaya dan wawasan jurnalis yang dijadikan sebagai tolak ukur penelitian. “Kesimpulan yang kami dapat dari hasil penelitian ini, yakni berita yang disajikan jurnalis ternyata tidak bebas kepentingan. Tetapi sangat bergantung terhadap faktor internal dan eksternal media,” ungkapnya.

“Bahkan pola seperti itu justru berlaku saat konflik berlangsung hingga para korban konflik dipindah ke Sidoarjo, Jawa Timur,” tegas mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang saat ini tergabung dalam Korp Alumni HMI alias KAHMI Pamekasan.

Hanya saja saat ini dirinya belum resmi menyandang titel sebagai Magister, sebab prosesi yudisium masih dijadwalkan digelar pada 31 Juli 2019. Sementara proses wisuda direncanakan digelar pada September 2019 mendatang.

“Tak kalah penting terima kasih kami sampaikan kepada teman teman jurnalis, yang selalu memberikan dukungan moril bagi kami dalam menyelesaikan tugas berat ini,” pungkasnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar