Pendidikan & Kesehatan

Tes Urine Calon Pengantin Belum Diterapkan di Surabaya, Ini Alasannya

Husni, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Surabaya. (manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Kementerian Agama Kota Surabaya mengaku ragu menerapkan syarat tes urine untuk calon pengantin. Hal tersebut disampaikan oleh Husni, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Surabaya, Senin (20/1/2020). Menurutnya, keraguan tersebut timbul karena tes urine di Badan Narkotika Nasional Kota Surabaya membutuhkan bea Rp 100 ribu per orang.

“Kalau geratis kami akan terapkan langsung di 31 KUA. Karena harus bayar Rp 100 ribu jadi kami butuh waktu untuk terapkan aturan ini. Sebab kami takut kalau masyarakat nantinya mengira jika bea tes urine ini masuk ke Kemenag. Padahal kan bea tes urine untuk membeli alat dari BNN,” katanya.

Sementara awal Januari 2020 kabar tes urine ini mencuat karena di Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Timur membuat kebijakan baru. Syarat ini merupakan kerjasama antara BNNP Jatim dengan Binmas Islam di Kemenag Kanwil Jatim. Dijelaskan Husni, tentang syarat pernikahan harus ada surat keterangan tes urine ke calon pengantin.

“Kemenag Kota Surabaya belum menerapkan syarat dan aturan tersebut. Kita akan ambil salah satu KUA bagaima langkah kedepannya. Yang pasti dalam waktu dekat ini kita ajak BNNK Surabaya tuk berkomunikasi bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut Husni menjelaskan, bahwa syarat surat bebas narkoba ini bukan menjadi penghalang calon pengantin. Nantinya, jika memang salah satu calon pengantin terindikasi kena narkoba, maka informasi ini akan disampaikan ke calon istrinya. “Soal mau lanjut nikah atau tidak terserah calon pasutri sendiri. Untuk KUA mana yang jadi contoh kita belum tentukan. Yang pasti kita pilih KUA yang berada di lingkungan masysrakat berekonomi menengah ke atas,” pungkasnya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar