Pendidikan & Kesehatan

Tertib Bermasker, Satpol PP Kota Mojokerto Beri Reward Warga di Peringatan Hari Kesakitan Pancasila

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono turun langsung dalam operasi yustisi di Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Caption : Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono turun langsung dalam operasi yustisi di Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Ada yang berbeda dalam operasi yustisi yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto dalam moment peringatan Hari Kesaktian Pancasila kali ini. Tak hanya memberikan sanksi denda bagi mereka yang kedapatan tidak menggunakan masker, namun juga memberikan reward bagi mereka yang taat protokol kesehatan.

Seperti yang dilakukan pada operasi yustisi di Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kamis (1/10/2020). Pengguna jalan yang kebetulan melintas, yang kedapatan memakai masker diberikan amplop dengan isi uang sebesar Rp50 ribu. Sementara yang tak menggenakan dikenakan sanksi denda.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, reward tersebut diberikan kepada warga yang tertib bermasker dan sanksi denda untuk yang tak patut. “Dalam operasi kali ini ada dua hal, menindak masyarakat yang tidak memakai masker dan memberikan reward berupa masker cadangan, hand santa, juga amplop,” ungkapnya.

Masih kata Dodik, tujuan pemberian reward tersebut sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi kepada masyarakat yang tertib. Reward pertama adalah kesehatan dan kedua agar mayarakat selalu mengunakan masker saat beraktivitas di luar rumah menyusul penyebaran Covid-19 terus terjadi dan Kota Mojokerto kembali pada zona merah (resiko tinggi).

“Penertiban pelanggar protokol kesehatan rutin dilakukan tidak lain sebagai upaya untuk memutus penyebaran virus Covid-19. Dalam sehari, petugas biasanya melakukan razia dua kali yakni pagi dan malam dengan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan. Namun untuk reward tidak setiap hari,” katanya.

Reward tersebut diberikan dalam moment-moment tertentu seperti hari ini, tanggal 1 Oktober yang diperingati sebagai Hari Kesakitan Pancasila. Menurutnya, reward berupa uang tunai tersebut diambil dari kantong pribadi petugas, bukan dari uang negara sehingga akan diberikan saat moment-moment tertentu saja.

Operasi yustisi tersebut sesuai dengan Perwali Nomor 55 Tahun 2020 yakni setiap pelanggar atau pelaku usaha yang kedapatan tak mematuhi protokol kesehatan akan dikenakan denda sebesar Rp200 ribu. Sementata untik warga, dikenakan denda sebesar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu sesuai dengan Pergub Nomor 2 Tahun 2020. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar