Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Terkendala Regulasi, Serapan Insentif Nakes di Bangkalan Lambat

Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo.(dok)

Bangkalan (beritajatim.com) – Anggaran untuk insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Bangkalan, dari Rp 9 miliar hingga Juli 2021 hanya terserap Rp 800 juta.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Sudiyo menyebutkan, penyerapan dana tersebut terhambat oleh regulasi dan kesepakatan yang berlangsung akhir Mei 2021 lalu.

“Setelah disepakati ada insentif, lalu ada refokusing. Sehingga, perlu Perbup,” jelasnya, Jumat (6/8/2021).

Ia menyebutkan, kendala lain dari lambatnya serapan itu disebabkan adanya perbedaan cara klaim dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya yakni tidak bisa mengklaim untuk pasien OTG, ODP dan ODR.

“Sehingga yang terklaim hanya pasien yang positif itupun harus menyertakan dokumen tracing dari pasien positif tersebut,” terangnya.

Ia mengatakan, terdapat perbedaan jumlah insentif yang diterima oleh nakes dibandingkan tahun lalu. Di 2020, tim nakes dengan jumlah 12 orang mendapatkan insentif sebanyak Rp 5 juta, sementara saat ini satu tim hanya berisi 5 orang dan mendapatkan insentif sebanyak Rp 2,5 juta.

Selain insentif nakes, pemerintah daerah juga menyediakan insentif untuk vaksinator yakni sebanyak Rp 11,66 milyar. Namun hingga kini dana tersebut belum terserap.

“Serapan paling minim itu vaksinator, karena sampai saat ini sama sekali belum ada serapan,” tandasnya. [sar/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar