Pendidikan & Kesehatan

Tepat di Hari Sumpah Pemuda, Dinas P dan K Kota Mojokerto Hapus PR Siswa TK Hingga SMP

Kepala Dinas P&K Kota Mojokerto, Amin Wachid. [Foto : Misti/beritajatim.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P&K) Kota Mojokerto akan menghapus Pekerjaan Rumah (PR) untuk siswa mulai Taman Kanak-kanan (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penghapusan PR dilakukan tepat di Hari Sumpah Pemuda, Jumat (28/10/2022) besok.

Penghapusan PR ini bertujuan agar para siswa memiliki banyak waktu untuk meningkatkan karakter masing-masing. Selain itu, proses belajar mengajar para siswa di Kota Mojokerto sudah menerapkan full day school sehingga para siswa saat pulang sekolah sudah dalam kondisi lelah.

Kepala Dinas P&K Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan, pihaknya sudah menerbitkan Surat Edaran dalam rangka meningkatan mutu pendidkan dan mendukung Kurikulum Merdeka serta sesuai visi misi Kota Mojokerto.

“Yang pertama adalah di Kota Mojokerto sudah tidak ada kekosongan Kepala Sekolah,” ungkapnya, Kamis (27/10/2022).

Kedua, masih kata Amin, tentang penggunaan Kolam Pemandian Sekar Sari untuk siswa SD-MI, SMP-MTs secara gratis di bulan Oktober sampai Desember 2022. Ketiga, karena Kurikulum Merdeka di Kota Mojokerto sudah tuntas sehingga di Hari Sumpah Pemuda, para siswa mulai TK, SD dan SMP di Kota Mojokerto bebas PR.

“Keempat, outing class itu diupayakan di dalam kota (Kota Mojokerto) saja selama jam efektif yakni Senin sampai Jumat. Bisa menggunakan Pemandian Sekar Sari, Rumah Rakyat, Gubuk Wayang, Klenteng, Masjid Jami dan lain sebagainya. Harapan kami, Sabtu-Minggu, anak-anak diupayakan untuk pembelajaran bersama orang tua,” katanya.


Pihaknya berharap, Sabtu-Minggu para siswa berada di lingkungan keluarga dan dalam pengawasan orang tua sehingga para siswa memiliki waktu yang cukup untuk berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Selain itu, diharapkan pendidikan karakter para siswa bisa terbentuk.

“Jadi kami sudah menyiapkan ini mulai bulan Juni bebas PR. Kami memahami bahwa beban anak sangat berat karena mulai November 2021 sampai Mei 2022, kami mengejar ketertinggan anak-anak dari lost leaning. Namanya Kurikulum Darurat dan mulai bulan Mei, kami terapkan Kurikulum Merdeka,” katanya.

Amin menjelaskan, Kurikulum Merdeka diterapkan di Kota Mojokerto sejak bulan Mei 2022 lalu dengan menggandeng Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Surabaya dan Kemendikburistek. Menurutnya, Kurikulum Merdeka di Kota Mojokerto selesai sehingga penghapusan PR sudah bisa diterapkan mulai, Jumat (28/10/2022) besok.

“Sehingga mulai besok, Bu Wali Kota sudah menyetujui anak-anak TK, SD, SMP di Kota Mojokerto bebas PR. Bukan berarti tidak belajar di rumah, tetap belajar di rumah untuk meningkatkan kemampuan mereka. Orang tua melalui program parenting (pengawasan), bagaimana sih mereka selama ini di rumah,” ujarnya.

Menurutnya, ada materi yang harus diselesaikan namun bukan dalam bentuk PR yang nantinya akan dilakukan evaluasi di setiap minggunya kepada guru kelas masing-masing. Amin menjelaskan, jika penghapusan PR tersebut juga dari keluhan para wali murid.

Penerapan lima hari sekolah atau full day school di jenjang SD dan SMP Negeri di Kota Mojokerto sudah mulai diterapkan di tahun ajaran baru 2018-2019 lalu. Lima hari sekolah ini tujuannya yakni Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang digagas Kemendikbud saat itu. [tin/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar