Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Tenaga Pengajar Kemenag Bojonegoro Diduga Gunakan Ijazah Palsu

Penipuan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Seorang tenaga pengajar berinisial MZ Warga Desa/Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro diduga menggunakan ijazah palsu untuk bisa mengajar di Yayasan Pondok Pesantren Al Abror dan mendapat tunjangan intensif dari Kementerian Agama (Kemenag).

Setelah diketahui identitas yang digunakan palsu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Abror Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro, Abrori kemudian melaporkannya ke Mapolres setempat. “Kami laporkan karena demi kehormatan dan sudah mencoreng nama baik yayasan,” ujar Abrori, Senin (21/2/2022).

Abrori bercerita bahwa temuan identitas palsu oleh tenaga pendidik di yayasannya itu terjadi pada 2020 lalu saat ia mulai menjabat sebagai ketua yayasan. Saat itu dia bermaksud untuk mengenal para tenaga pendidik yang ada di yayasan, sehingga mengumpulkan data-data pendidik.

“Dari situ ditemukan kejanggalan salah satu ijazah pengajar ada indikasi palsu. Setelah saya cek ke perpustakaan online di universitas yang bersangkutan (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya) tidak ada,” jelasnya.

Ia kemudian sempat meminta konfirmasi langsung ke tenaga pendidik berinisial MZ namun tidak mengakui jika ijazah yang digunakan palsu. MZ diketahui sudah mulai mengajar sejak 2016 di Madrasah Aliyah dengan mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Statusnya sebagai tenaga pengajar juga sudah terverifikasi oleh Kementerian Agama (Kemenag).

“Setelah saya kroscek di data simpatika kemenag yang bersangkutan mengajar dengan ijazah S1. Semua guru dibawah kemenag mendapat intensif dari kemenag termasuk yang bersangkutan dengan syarat melampirkan ijazah,” terangnya.

Terlapor inisial MZ saat dimintai keterangan oleh jurnalis beritajatim.com melalui pesan singkat belum memberikan jawaban hingga berita ini ditulis.

Sementara Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro Munir saat dikonfirmasi mengaku masih dinas luar. Ia akan memberikan statement soal status guru di bawah naungan kemenag yang dilaporkan atas dugaan pemalsuan ijazah tersebut saat sudah berkantor, besok. [lus/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar