Pendidikan & Kesehatan

Teknik Informatika Ubaya Gelar IT Preneur Festival 2020

Surabaya (beritajatim.com) – Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) bersama Aliansi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia (Apvokasi) Pengurus Provinsi Jawa Timur menggelar IT Preneur Festival 2020 dengan tema ‘Pelajar Jatim Unggul, Tangguh, Inovatif, dan Kreatif Songsong Era New Normal’. Event akbar itu bagi para pelajar se-Jawa Timur.

Ketua Panitia Acara Mohammad Farid Naufal, S.Kom., M.Kom menyampaikan bahwa Ubaya memandang kegiatan ini sebagai upaya dalam peningkatan entrepreneur terutama berbasis teknologi informasi atau seing disebut IT Preneur atau Digital Preneur. Kegiatan ini tidak hanya terbuka untuk masyarakat umum, namun juga dapat diikuti oleh pelajar.

“Data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur menunjukkan lebih dari satu juta pelajar bersekolah di SMA/SMK/MA pada 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Jumlah ini merupakan angka yang potensial untuk digodok menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, khususnya di bidang teknologi informasi,” ungkap Naufal, sapaan akrab Dosen Prodi Teknik Informatika Ubaya, Selasa (11/8/2020).

Kegiatan IT Preneur Festival 2020 digelar dengan serangkaian acara berupa talk show dan workshop, tanggal 10 sampai 25 Agustus 2020. Talk show ‘Puncak acara IT Preneur Festival adalah Business Plan Competition (BPC)’. Lomba pembuatan business plan bagi pelajar SMA/SMK/MA se-Jawa Timur dan babak final pada 8 September 2020. “Semuanya berlangsung secara daring (online). Diharapkan melalui event ini muncul semangat IT Preneur bagi para pelajar Jatim,” jelas Naufal.

Peresmian kegiatan IT Preneur Festival 2020 ini dihadiri oleh tiga narasumber sebagai pembicara. Tiga narasumber yang hadir yaitu Dr. Kurniawan Harry P, S.T., MM. selaku Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Jamhadi, MBA. selaku Ketua Apvokasi Jawa Timur dan Ir. Benny Lianto, MMBAT selaku Rektor Universitas Surabaya (Ubaya).

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kurniawan Harry mengungkapkan, revolusi industri 4.0 sudah merambah di setiap kehidupan manusia. Industri diharapkan semakin efisien. Namun, ada risiko SDM diganti mesin atau robot.

Hal ini disebabkan karena teknologi 4.0 menerapkan teknologi cerdas berbasis TI (Teknologi Informasi) yang mempengaruhi pelbagai bidang kehidupan manusia. Berdasarkan data BPS Jatim pada Triwulan II tahun 2020, Jatim merupakan peringkat dua penyumbang perekonomian terbesar di Pulau Jawa dengan kontribusi 24,93 persen.

“Pertumbuhan ekonomi terbesar Jatim adalah pada bidang informasi dan komunikasi. Artinya, Jatim siap menyongsong era 4.0. Bidang ini menyumbang 10,39 persen, berkontribusi terbesar. Disusul oleh jasa kesehatan dan kegiatan sosial serta ketiga baru pertanian. Ini juga berarti peluang kerja pada bidang TI masih terbuka luas,” papar Kurniawan Harry.

Selain itu Kurniawan Harry menyebutkan bahwa di Jatim pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat besar. TI bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan UMKM. Melalui TI maka proses produksi, promosi, serta distribusi dapat dipercepat dan dibuat seefisien mungkin.

“Saya mengapresiasi kepada Ubaya dan Apvokasi Jatim yang menggelar IT Preneur Festival 2020 dalam menyongsong era new normal. Semoga upaya ini berdampak positif terhadap masyarakat Jatim khususnya pelajar,” terangnya.

Disamping itu, Ubaya juga turut menggandeng Apvokasi Jatim dalam kegiatan IT Preneur Festival 2020. Salah satu misinya yaitu menjadi stimulus dan pendorong tumbuhnya wirausaha baru yang berkualitas di Jawa Timur. Apvokasi Jatim memiliki Productivity Center dan Research Center di bidang Advance Preneur. Hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun para pelajar agar tumbuh banyak wirausaha muda yang mampu mengoptimalkan teknologi informasi.

“Saat pandemi ini transaksi barang dan jasa lebih mudah dengan bantuan IT. Tapi yang bahaya jika tidak diiringi dengan produksi dalam negeri, sehingga yang dijual produk impor. Dengan IT Preneur yang digelar Ubaya, harapan kami bisa meningkatkan produktivitas dan tercipta banyak entrepeneur tangguh,” ucap Jamhadi, yang menjabat Dewan Pertimbangan Kadin Surabaya.

Rektor Ubaya, Benny Lianto menyambut baik kerjasama Program Studi Teknik Informatika Ubaya dengan Apvokasi Jatim ini. “Teknologi informasi memang akan menjadi kekuatan yang sangat penting dalam membentuk SDM unggul, karena berbagai proses bisnis dan konektivitas industri saat ini sangat bergantung dengan sistem informasi berbasis komputer,” ujarnya.

“Para pelajar harus bisa menangkap peluang ini. Situasi pandemi yang mensyaratkan lebih sedikit kontak fisik (less contact) memang jadi hambatan dan sekaligus membuka peluang,” sambung Benny Lianto.

Ubaya juga mengagas upaya mencetak sejuta IT Preneur dan Creative Preneur. Hal ini didorong dengan melihat potensi ekonomi digital yang sangat besar. Pada masa pandemi ini e-dagang tumbuh pesat dengan rata-rata naik 20 persen per bulan dan meningkat sebesar Rp 36 triliun per April 2020. “Ini kerja besar yang bisa terwujud dengan melakukan sinergi pelbagai pihak,” pungkasnya. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar