Pendidikan & Kesehatan

Tekan Covid, Aparat di Gresik Terus Sosialisasikan Wajib 3M

Gresik (beritajatim.com) – Aparat gabungan baik dari TNI, Polri dan Satpol PP di Gresik terus mensosialisasikan protokol kesehatan (Prokes) di sejumlah cafe yang menjadi tempat keramaian warga menikmati akhir pekan.

Sosialisasi ini dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Petugas gabungan berkeliling di Kecamatan Manyar, Gresik. Tepatnya, di dua desa yakni Desa Suci dan Desa Yosowilangun yang berdiri banyak cafe.

Satu persatu cafe yang beroperasi disisir satu persatu. Termasuk warung kopi, agar para pengunjung tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kapolsek Manyar, Iptu Bima Sakti Pria Laksana mengatakan, ada beberapa cafe serta warkop yang diberikan himbauan. Petugas menggunakan alat pengeras suara dan masuk ke dalam cafe mengingatkan kepada para pengunjung untuk menggunakan masker, menghindari kerumunan untuk ikut menekan penyebaran covid-19.

“Kurangi kerumunan di luar, kami imbau agar perbanyak bersama keluarga dirumah supaya covid-19 tidak semakin menyebar,” katanya, Minggu (8/11/2020).

Bima menambahkan belum berakhirnya pandemi Covid-19. Dirinya, menghimbau warga mengatur diri untuk meminimalisir kegiatan di luar rumah. Tetap menjaga kesehatan serta kebersihan dengan menerapkan pola hidup sehat.

Hal ini untuk membantu para tenaga medis yang bergelut mempertaruhkan nyawanya menyembuhkan pasien yang terpapar covid-19 di rumah sakit.

“Jika diketahui tidak menggunakan masker langsung di ambil tindakan push up dan setelah itu diberikan masker dan diberi peringatan agar tidak mengulangi lagi,” imbuhnya.

Total ada delapan tempat yang didatangi petugas. Terdiri dari dua cafe dan enam warung kopi. Pihaknya tidak segan-segan akan memanggil pemilik warung atau cafe jika lalai menerapkan protokol kesehatan.

“Operasi gabungan ini menelusuri setiap warkop yang tidak memperhatikan protokol kesehatan  dan memanggil pemiliknya agar selalu mengngingatkan konsumennya wajib memakai masker serta jaga jarak, dan cuci tangan. Jika tetap membandel bisa dikenak sanksi berupa penutupan usaha,” pungkas Bima. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar