Pendidikan & Kesehatan

Tekan Angka Kasus Stunting pada Balita, Pemkab Kediri Kerahkan SKPD

Kediri (beritajatim.com) – Guna menekan angka pertumbuhan balita dalam keadaan stunting, Pemerintah Kabupaten Kediri berupaya semaksimal mungkin dengan mengerahkan beberapa SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) untuk bersinergi melakukan beberapa program kerja.

Bertempat di Balai Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, beberapa SKPD antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan Serta Dinas pertanian dan perkebunan melakukan sarasehan dan rembuk stunting dalam rangka evaluasi pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting, melalui pemanfaatan Dana Desa dan swasembada hasil pertanian.

Untuk menunjang kegiatan agar lebih optimal, pada tahun 2021 mendatang, anggaran Dana Desa dinaikkan rata-rata sekitar 10 hingga 15 persen untuk alokasi kegiatan pencegahan balita stunting. Beberapa kegiatan tersebut antara lain pendistribusian vitamin A pada bayi dan balita, serta pengoptimalan kegiatan imunisasi secara bertahap.

Kemudian memaksimalkan potensi bidan desa untuk melakukan jemput bola ke rumah penduduk jika berhalangan hadir di posyandu untuk melakukan pengecekan kesehatan bayi, penyuluhan kesehatan reproduksi dan gizi pada calon pengantin, serta emberian nutrisi pada ibu hamil serta pemberian PMT pada bayi atau balita yang kondisinya mengarah pada stunting.

Dokter Nur Azizah petugas dari Dinas kesehatan Kabupaten Kediri mengatakan, angka pertumbuhan balita stunting di Kabupaten Kediri meskipun sudah menunjukkan angka penurunan yang cukup signifikan, namun pihaknya tetap melakukan beberapa pencegahan secara berkala.

“Di musim pandemi ini kegiatan posyandu memang berhenti total, namun mulai Desember mendatang kegiatan tersebut dilanjutkan kembali. Sehingga pemberian gizi maupun vitamin ke balita dapat dilaksanakan secara maksimal,” kata Azizah.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Beberapa faktor yang harus diperbarui untuk menekan angka stunting antara lain mulai dari tingkat desa yaitu petugas atau aparat desa yang bertugas, beberapa SKPD yang terkait harus melakukan konvergensi dan tak bisa berjalan sendiri agar tujuan utama penurunan angka stunting dapat segera terwujud,” ucapnya.

Disinggung mengenai faktor lingkungan tempat tinggal warga, Nur Azizah mengaku sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan balita, bahkan prosentasenya mencapai 70 persen, untuk itu ia berharap agar masyarakat benar benar peduli terhadap lingkungan.

“Yang paling utama dari faktor lingkungan yaitu sarana prasarana jamban warga, jika di kelola dengan baik dan bersih maka faktor penyakit tak akan tumbuh dari persoalan tersebut,” tutup Azizah. [adv kominfo/nm]





Apa Reaksi Anda?

Komentar