Pendidikan & Kesehatan

Teater UK Petra Ungkap Keadaan Negeri Melalui Pertujukan Seni

Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka mengingat kembali dan mengenang peristiwa pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi selama bulan Mei, mahasiswa UK Petra melalui UKM teater menggelar pentas akbar bertajuk Bulan Berduka dibawah pelatihan secara langsung oleh Abednego Bejo Sugiyono, S.Pd., M.A.

UKM teater rumpun padi UK Petra ini akan mementaskan dua naskah yaitu naskah Monolog berjudul Putri Ibu karya Putu Wijaya dan naskah Lakon berjudul Menanti Tanggal Dua Enam karya Marsetio Hariadi seorang alumni UK Petra.

Karya alumni UK Petra ini akan mengisahkan sebuah penantian, penggusuran tanah, dan juga penghilangan orang secara paksa yang akan dihadirkan menjadi satu untuk membawa penonton merasakan emosi di saat itu.

“Melalui pentas ini, saya harap dapat memberikan suatu refleksi diri kepada para penonton, tidak hanya penonton juga tetapi semua orang bahwa penting untuk mengingat tragedi-tragedi yang terjadi di lingkungan sekitar kita,” ungkap Yosafat selaku ketua acara dari pentas akbar Bulan Berduka.

Pentas ini diadakan sebagai bentuk apresiasi mahasiswa UK Petra dalam berkarya seni teater Indonesia dengan menuangkan ekspresi dan cerita mereka dalam sebuah karya seni teater. Serta bagaimana para aktor dapat menyampaikan makna dan pesan yang disampaikan oleh naskah terhadap para penonton.

Penonton pun dibawa hanyut oleh suasana yang dibangun. Pentas yang sesuai dengan keadaan bangsa saat ini dikemas apik dan menarik oleh Teater Rumpun Padi UK PETRA. Selain itu ada pembacaan puisi oleh Wakil Rektor Kemahasiswaan UK Petra. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar