Pendidikan & Kesehatan

Targetkan Nilai Kelulusan UNBK Naik 20 Persen Dindik Tingkatkan Kompetensi Pembelajaran

Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tengah mematangkan persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang rencananya akan diadakan pada Maret 2020 mendatang.

Dindik Jatim pun saat ini tengah melakukan serangkaian strategi untuk meningkatkan kompetensi baik siswa maupun guru agar dapat mencapai target nilai kelulusan naik 20 persen. Plt Kepala Dindik Jatim, Hudiyono menuturkan ada dua strategi sebagai bentuk persiapan UNBK Dindik Jatim. Pertama yakni, menguatkan peningkatan kompentensi pembelajaran berbasis zonasi.

Bentukanya yakni memberikan pelatihan kepada guru-guru yang diprioritaskan bagi sekolah di daerah yang mengalami nilai kelulusan siswa rendah. Seperti di daerah Tapal Kuda, dan Madura. “Karena keberhasilan Unas ini juga bergantung pada penguasaan guru, kita juga menyiapkan analisa guru. Yang mana guru-guru kita kumpulkan sesuai dengan rumpun bidang studi untuk dilakukan pembekalan dan penguatan materi soal-soal HOTS (Higher Order Thinking Skills),” ungkap Hudiyono.

Pelatihan itu, kata Hudiyono, sudah berjalan sejak awal Oktober lalu dan akan berlanjut hingga November mendatang. Total ada sekitar 3000 guru dengan berbagai bidang mapel Unas yang mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) ini. “Pemateri disamping dari Dinas Pendidikan Provinsi, juga ada dari Kemdikbud dan perguruan tinggi. Ini salah satu upaya kami membekali guru-guru untuk menghadapi UNBK,” jabarnya.

Selain menyiapkan kompetensi guru, pihaknya juga menyiapkan pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sebagai pesiapan UNBK. “Sebelum UNBK dimulai, kita pastikan pelaksanaan USBN (ujian sekolah berbasis nasional) menggunakan komputer. Dari situ kita bisa liat trial and eror,” kata dia.

Di samping itu, pihaknya juga akan memberikan pengadaan komputer bagi sekolah yang kekurangan komputer. “Jatim memberikan penguatan sekolah untuk kepentingan validitas, reabilitas, dan kejujuran. Dan kita ingatkan sekolah-sekolah yang tidak menggunakan teknologi yang tidak jujur,” urainya.

Hudiyono juga berharap, jika kedepan Kemdikbud memberikan fleksibilitas dalam menentukan nilai untuk siswa di bidang akademis dan non akademis dalam PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Mengingat distribusi nilai siswa diatas rata-rata 9.

Sementara itu, ditambahkan ketua pokja UNBK, Aminatun jika pihaknya juga telah melakukan pemantapan help desk dan proktor. Pendataan peserta UNBK pun sudah dilakukan sejak bulan 14-26 Oktober lalu. Sedangkan untuk sinkronisasi data periode satu akan dilakukan pada tanggal 4-5 Nopember 2019. “Kami juga akan berkirim surat untuk Telkom dan PLN agar saat simulasi baik di periode 1 ataupun di periode 2 mulai jam 7-5 tidak boleh ada pemadaman,” tandasnya. [adg/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar