Pendidikan & Kesehatan

Target Unej: 100 Materi Perkuliahan Karya Dosen

Jember (beritajatim.com) – Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) rencananya akan memberikan pendampingan bagi seluruh dosen di Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Juli 2019. Tujuannya memaksimalkan proses pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online.

Ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pembelajaran dalam jaringan. “Termasuk meningkatkan kualitas dan kuantitas materi perkuliahan yang bakal diunggah di laman SPADA (Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan) yang digagas oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ,” kata Rektor Moh Hasan, sebagaimana dilansir Humas dan Protokoler Unej, Sabtu (15/6/2019).

“Targetnya pada Agustus nanti sudah ada 100 materi perkuliahan karya dosen Universitas Jember di laman SPADA,” kata Hasan.

“Semua proses belajar mengajar daring yang dilakukan dapat dipantau oleh Rektor, Wakil Rektor I dan Dekan serta Wakil Dekan I,” kata Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Unej Zulfikar.

Unej memiliki program Sistem Informasi Terpadu atau Sister, Manajemen Media Pembelajaran dan Kawanda. “Tujuannya mewujudkan Learning Management System Universitas Jember yang sudah terintegrasi dengan SPADA, sehingga proses belajar mengajar yang kita lakukan dapat dipantau oleh Kemenristekdikti,” kata Zulfikar.

Hasan mengimbau mahasiswa Unej untuk aktif memanfaatkan keberadaan laman SPADA. Hal ini karena banyak materi perkuliahan yang dapat menjadi bahan belajar, serta memungkinkan mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan secara daring. “Kita terus mendorong dosen dan mahasiswa agar memanfaatkan perkuliahan secara daring termasuk menafaatkan berbagai fasilitas yang ada di laman SPADA,” katanya.

Menurut Hasan, selain memiliki banyak keuntungan, juga mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang baik. “Mengingat untuk dapat terintegrasi ke laman SPADA, sebuah perguruan tinggi wajib menyelenggarakan proses perkuliahan sesuai standar yang sudah ditentukan. Apalagi Kemenristekdikti bisa melihat proses belajar mengajar di sebuah perguruan tinggi kapan pun secara real time melalui SPADA,” kata Hasan. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar