Pendidikan & Kesehatan

Tanpa Masker Kena Denda Rp 100 Ribu di Kabupaten Malang

Sekretaris Daerah, Wahyu Hidayat

Malang (beritajatim.com) – Denda berupa uang tunai Rp 100 ribu bagi warga Kabupaten Malang yang tidak bermasker segera diterapkan. Nantinya, sosialisasi awal akan dilakukan selama tiga hari.

Draft Peraturan Bupati (Perbup) untuk denda tersebut, sudah diajukan ke Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Ya tinggal menunggu waktu. Kapan di-acc (diterima) langsung muncul itu perbupnya dan denda sanksi Rp 100 ribu itu sudah bisa dimulai. Untuk kapannya itu? Ya dalam waktu dekat ini,” tutur Sekretaris Daerah, Wahyu Hidayat, Selasa (1/9/2020).

Jika sudah muncul Perbup tersebut, kata Wahyu, Pemerintah Kabupaten Malang akan memeberikan waktu tiga hari untuk sosialisasi.

“Jadi tidak langsung kami terapkan. Nanti kalau sudah ada perbupnya. Ya kami akan sosialisasi tidak satu bulan. Tiga hari cukup,” tutur Wahyu.

Sementara untuk hasil uang denda sendiri, ujar Wahyu, akan dialokasikan ke kas daerah.

“Ya benar akan kami masukkan ke kas daerah. Nanti saat ditindak juga ada bukti transaksinya ke pelanggar dan ada pula saksinya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, denda sanksi ini juga mempunyai beberapa opsi lain. Opsinya adalah jika warga Kabupaten Malang ketahuan tidak bermasker bisa memilih melakukan sanksi sosial, seperti menyapu atau push-up.

Denda sanksi ini sendiri bertujuan untuk memunculkan efek jerah bagi warga Kabupaten Malang. Tujuan lainnya adalah untuk menegakkan protokol kesehatan Covid-19. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar