Pendidikan & Kesehatan

Tanpa Gejala, Istri Petugas Haji dari Ponorogo Positif Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini(dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Dalam 2 hari terakhir, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah. Jika sebelumnya 6 pasien, kini jumlahnya menjadi 8 pasien.

Penambahannya, yakni pasien nomor urut 7 penularan diduga dari pasien nomor urut 1 dan 5 yang tidak lain adalah orangtua dari pasien nomor 7 tersebut. Sedangkan pasien nomor urut 8 ini tertular dari suaminya, yang merupakan pasien nomor urut 3.

“Jadi 8 pasien yang positif Covid-19 ini masih dalam kluster penularan Sukolilo Surabaya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Jumat (24/4/2020).

Irin sapaan akrab Rahayu Kusdarini mengungkapkan, pasien nomor urut 8, masuk rumah sakit untuk diisolasi baru 2 hari ini. Sebelumnya yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri, meski dia melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 atau suaminya. Karena sang istri ini masuk dalam ketegori orang tanpa gejala (OTG).

“Swabnya sudah keluar hasilnya positif, maka dari itu kami lakukan isolasi di rumah sakit. Meskipun sampai sekarang yang bersangkutan tidak ada gejalanya, sehingga kondisinya baik,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu pasien PDP yang saat ini diisolasi di RSUD dr. Harjono, statusnya naik menjadi terkonfirmasi positif Covid-19. Status itu menyusul sudah keluarnya hasil Swab yang menyatakan terkonfirmasi positif virus corona. Pasien yang bernomor urut 7 positif Covid-19 di Ponorogo itu, merupakan anak berusia 9 tahun dari pasien nomor urut 1 dan 5 yang terkonfirmasi positif sebelumnya. Dimana masih dalam kluster asrama haji Sukolilo Surabaya.

“Anak ini sudah diisolasi sejak 15 hari lalu, bersama dengan kedua orangtuanya yang sudah dulu dinyatakan positif Covid-19,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Kamis (23/4/2020). [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar