Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Tangani Stunting, Bupati Mojokerto Kampanyekan Program ‘Jumat CERIA’

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat kampanye 'Jumat CERIA' di SMKN 1 Jatirejo. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati gencar mengampanyekan program ‘Jumat CERIA’. ‘Jumat CERIA’ sendiri merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dalam menanggani stunting di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Berbeda dengan biasanya, salah satu langkah percepatan penanganan stunting ini menyasar perempuan remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Akhir (SMA) sederajat. Pogram ‘Jumat CERIA’ sendiri merupakan salah satu akronim, yakni Cantik, Energik, Rajin, Inovatif, Aktif.

Dalam program ini, Pemkab Mojokerto mengajak seluruh remaja putri yang merupakan calon ibu untuk bersama-sama membiasakan minum tablet tambah darah. ‘Jumat CERIA’ kali digelar di di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jatirejo.


“Kenapa Jumat CERIA? Kita ambil hari Jumat untuk memudahkan kita untuk mengingat, hari apa kita harus meminum tablet tambah darah. Betapa pentingnya seorang perempuan di usia produktif harus rajin mengonsumsi tablet tambah darah,” ungkapnya, Jumat (30/9/2022).

Pada dasarnya, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, manusia selama tiga bulan sekali, secara otomatis sel darah merah akan berganti yang baru. Terlebih perempuan, selain sistem tubuh itu, perempuan setiap bulannya juga menstruasi sehingga darah yang dikeluarkan cukup banyak.

“Untuk mencegah stunting, seorang perempuan tidak boleh sampai anemia atau kekurangan darah. Mengingat sel darah merah merupakan salah satu alat transportasi dalam tubuh yang berfungsi untuk mendistribusikan sari makanan, oksigen dan lain sebagainya secara merata dalam tubuh,” katanya.

Sehingga melalui program ‘Jumat CERIA’, orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini berharap, para siswi sebagai calon ibu nantinya tidak lagi mengalami anemia. Karena nantinya jika menjadi ibu dan hamil maka tidak boleh sampai kekurangan darah.

“Itulah yang menyebabkan sari makanan, gizi dan kebutuhan janin lainnya tidak bisa sampai dengan maksimal ke janin. Kalau orang anemia itu, konsentrasinya mudah turun. Karena oksigen yang di dalam tubuh tidak terkirim maksimal ke otak, karena anemia tadi,” ujarnya.

Tak hanya untuk mengantisipasi stunting sejak dini, Bupati yang memiliki latar belakang dokter ini pun menyampaikan, pentingnya tidak mengidap anemia selain untuk mengatasi stunting, juga berpengaruh terhadap kegiatan sehari-hari. Terlebih, para pelajar yang saat ini tengah fokus menimba ilmu.

Untuk diketahui, stunting merupakan salah satu kasus yang menjadi konsentrasi nasional. Pemerintah pusat telah menargetkan percepatan penurunan stunting didukung seluruh pemerintah skala daerah. Hal ini tentunya bertujuan untuk menyiapkan generasi emas untuk Bangsa Indonesia lebih baik di kemudian hari. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar