Pendidikan & Kesehatan

Tangani Klaster Ponpes Blokagung, Ini Langkah Pemprov dan Pemkab Banyuwangi

Koordinasi antara Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dengan Pemkab Banyuwangi untuk Klaster Ponpes Blokagung

Surabaya (beritajatim.com) – Pemprov Jatim dan Pemkab Banyuwangi terus bekerja menangani klaster penyebaran Covid-19 di Ponpes Darussalam Blokagung, Banyuwangi. Per Jumat (28/8/2020), total terdapat 199 santri yang positif Covid-19 dari pesantren tersebut.

“Kementerian Kesehatan juga sudah turun. Kemarin kami sudah rapat bersama, dengan Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes. Semua bekerja untuk menangani kluster ini,” ujar anggota Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Makhyan Jibril Al Farabi, Sabtu (29/8/2020).

Jibril, sapaan akrabnya, mengatakan, sejumlah langkah telah dilakukan. Pemkab Banyuwangi sendiri sudah mendirikan mini hospital di lingkungan pondok untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Uji swab sendiri telah dilakukan kepada lebih dari 750 santri, dan akan terus diperluas ke semua santri.

“Rencana juga akan dilakukan karantina, jadi tidak bisa lagi keluar-masuk pondok, demi kebaikan bersama dan agar segera kita tangkal potensi penularannya,” jelas dr Jibril.

Dia menambahkan, pihak kepolisian dan TNI juga terus membantu penanganan ini. Termasuk untuk membantu tracing (penelusuran) terhadap santri yang telah pulang ke rumah. “TNI juga akan mendirikan dapur umum, semua bergerak mulai Kemenkes, Pemprov Jatim, dan Pemkab Banyuwangi bersama-sama memenuhi kebutuhan pangannya,” ujar dia. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar