Pendidikan & Kesehatan

Tangani Bayi Pandhu, Pemprov Jatim Siapkan Rusun dan Tim Dokter Spesialis

Surabaya (beritajatim.com) – Pemprov Jatim menyiapkan rusun dan tim dokter spesialis khusus menangani Muhammad Pandu Firmansyah, penderita cleft tessier hydrocephalus myelemeningocele atau kerusakan pada bagian wajah.

Tim dokter spesialis  yang berasal dari RSU dr Soetomo tersebut terdiri dari dokter bedah syaraf, bedah plastik, dokter bius, dan dokter anak.

Sebelumnya, Pemprov Jatim juga telah melakukan langkah cepat dengan memindahkan bayi Pandhu dan sang ibu, Dina Oktaviani (21) dari rumah petak tidak layak huni ke rumah susun Gunungsari Surabaya.

“Usai mendengar tentang kisah bayi Pandhu bersama ibunya, saya langsung meminta dinas terkait yaitu RSU dr Soetomo dan PU Cipta Karya untuk mengambil langkah cepat dan mengkoordinasikan terkait hal ini secara solutif dan cepat,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah menerangkan, sebelumnya RSU dr Soetomo telah melakukan operasi pertama pada bayi Pandhu untuk mengeluarkan cairan di otaknya lewat pemasangan selang yang berlangsung kurang lebih selama 1 jam.

“Sesuai hasil koordinasi saya dengan Direktur RSU dr Soetomo, rencananya hasil operasi bayi Pandhu akan dievaluasi pada Senin (9/12/2019) hari ini. Meliputi pengecekan hasil operasi, penutupan luka, hingga penambahan berat badannya. Setelah itu, tim dokter baru akan ditentukan langkah operasi selanjutnya,” urai Khofifah.

Mengenai pembiayaan, Khofifah mengatakan bahwa sementara ini masih menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Namun, jika pembiayaannya kurang, maka Pemprov Jatim akan menambal semua kebutuhan biaya layanan kesehatan dengan menggunakan anggaran milik Pemprov Jatim. Meski demikian jika ada yang ingin membantu kehidupan keseharian mereka dipersilakan sebagai solidaritas sosial.

Sedangkan terkait fasilitas Rusunawa Gunungsari, lanjut Khofifah, bayi Pandhu beserta sang ibu, Dina ditempatkan di lantai dasar IA 12 sejak 3 Desember lalu. Kamar yang memang dikhususkan bagi lansia dan difabel tersebut telah dilengkapi dengan sejumlah perabotan rumah. Lantai dasar ini sengaja dipilih untuk memudahkan jika sewaktu- waktu bayi Pandhu membutuhkan layanan tertentu.

“Biaya sewa rusunnya juga kami gratiskan hingga ibu Dina kami nilai dapat mandiri untuk membiayai hidupnya sendiri beserta Bayi Pandhu,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mendoakan agar bayi Pandhu selalu diberikan kemudahan pengobatan dan segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Sedangkan Ibu Dina dan keluarga diberi kekuatan, kesabaran dan kebahagiaan dalam menghadapi cobaan tersebut.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas kerjasama yang sangat baik seluruh jajaran Pemprov Jatim yang telah bergerak cepat menangani ibu Dina dan Bayi Pandhu. Antara lain tim dokter RSU dr Soetomo, tim evakuasi pengelola Rusunawa Pemprov Jatim, serta para relawan.

“Terima kasih kami sampaikan pada semua pihak yang telah membantu dan peduli pada ibu Dina dan ananda Pandhu. Ini merupakan wujud sinergitas dan solidaritas yang sangat baik dan harus terus kita lakukan di segala hal,” pungkasnya. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar