Pendidikan & Kesehatan

Tambahan 2 PDP, Satgas Covid-19 Gresik Khawatirkan Potensi Klaster Baru

Gresik (beritajatim.com) – Tim Satgas Penanangan Covid-19 Gresik mengkuatirkan adanya potensi klaster baru. Tambahan itu, berasal dari klaster pasar di Surabaya dimana ada warga Gresik yang menjadi pedagang disana.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Gresik, drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, terkait dengan klaster baru itu. Dirinya, sampai saat ini belum berani membuka data berapa jumlah tambahan kasus positif dari klaster pasar. Sebab, data yang dia dapatkan ini bersifat data awal dan masih mentah.

“Informasinya awal ada tambahan satu sampai dua kasus dari klaster pasar. Namun, untuk sementara tidak berani kami ungkap dulu sebab masih akan melalui kajian tim,” katanya, Minggu (9/05/2020).

Ia menambahkan, tambahan kasus itu berasal dari warga Gresik yang menjadi pedagang di beberapa pasar di Surabaya. Pasalnya, mereka pedagang setiap harinya beraktivitas di pasar dan pulang ke rumahnya yang ada di Gresik. “Kami sedang makukan tracing secara mendalam. Insya Allah hari Selasa akan kami publish datanya,” imbuhnya.

Sementara itu, update data Covid-19 di wilayah Gresik per 9 Mei 2020. Hanya ada tambahan dua Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Gresik dari yang semula 166 pasien dihari sebelumnya naik menjadi 168 pasien. Dari jumlah itu sebanyak 7 pasien meninggal dunia.

Sementara untuk angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami kenaikan dua orang dari yang semula 1.139 orang menjadi 1.141 orang. Sedangkan untuk data kasus yang terpapar positif Covid 19 di Gresik, tidak ada kasus baru tetap 37 orang dengan jumlah korban meninggal sebanyak 6 kasus. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar