Pendidikan & Kesehatan

Tambah 5 Orang, Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto Jadi 24 Orang

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Peta Sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto per tanggal 23 Mei 2020, bertambah lima orang positif Covid-19. Sehingga total jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto sebanyak 24 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto membenarkan, ada lima orang tambahan positif Covid-19 hari ini. “Pasien pertama, laki-laki inisial G berusia 29 tahun asal Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Sabtu (23/5/2020).

Awalnya, lanjut Ardi, pasien positif 20 merasakan demam dengan suhu badan 38 derajat pada 8 Mei 2020 lalu. Pada tanggal 11 Mei 2020 dibawa ke Rumah Sakit (RS) swasta di wilayah Kecamatan Sooko untuk menjalani rawat jalan dan tanggal 12 Mei 2020, yang bersangkutan dibawa ke RS swasta di Kota Mojokerto.

“Saat diperiksa, ada peradangan pada paru-paru pasien. Pasien kemudian diambil sample untuk uji swab pada 16 Mei, kemudian pada 22 Mei, pasien keluar dari RS dan melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Hasil uji swab pasien baru keluar hari ini dan hasilnya pasien positif terkonfirmasi Covid-19,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto ini, pasien positif 20 menjalani perawatan dan isolasi di RS swasta di Kota Mojokerto. Pasien positif 21 yakni perempuan berinisial A dengan usia 39 tahun.

“Pasien ini berasal dari Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Pasien ini terdeteksi saat hendak melakukan operasi melahirkan pada 14 Mei lalu. Sebelum dilakukan operasi, pasien ini lebih dulu dilakukan rapid test, hasilnya reaktif dan langsung dilakukan pengambilan sample untuk uji swab,” ujarnya.

Pada 15 Mei 2020, pasien positif 21 menjalani operasi dan melahirkan. Tanggal 18 Mei 2020, pasien positif 21 pulang dari RS dan menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Hasil uji swab pasien positif 21 baru keluar tanggal 23 Mei 2020, pasien dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19.

“Pasien positif 22 yakni seorang tenaga medis di salah satu puskesmas di Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Pasien tersebut merupakan perempuan berinisial A dengan usia 50 tahun asal Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto,” paparnya.

Pada tanggal 14 Mei 2020 lalu, lanjut Ardi, seluruh petugas medis di Kecamatan Prambon dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif. Pada tanggal 15 Mei 2020, pasien positif 22 menjalani uji swab di RSUD Sidoarjo, dan hasilnya baru keluar pada tanggal 23 Mei 2020.

“Hasilnya, pasien positif 22 dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19. Saat ini, pasien positif 22 menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Pasien positif 23 adalah laki-laki berusia 62 tahun, inisial S warga asal Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Awalnya ada keluhan mual dan muntah sejak sebulan lalu,” urainya.

Kemudian pasien positif 22 dilakukan uji swab pada tanggal 18 Mei 2020. Mengingat, kondisi kesehatan pasien membaik, pasien diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada tanggal 19 Mei 2020 lalu. Hasil swab pasien baru keluar pada 23 Mei dan hasilnya pasien positif terkonfirmasi Covid-19,” lanjutnya.

Selanjutnya, adalah pasien positif 24 adalah perempuan berinisial R berusia 49 tahun Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Pada tanggal 8 Mei 2020 lalu, suami pasien meninggal dunia di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dan dimakamkan dengan protokol Covid-19.

“Pada tanggal 13 Mei 2020, pasien positif 24 menjalani rapid test dan hasilnya negatif. Namun tetap dilakukan uji swab pada tanggal 16 Mei 2020 dan melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Hasil swab keluar hari ini, hasilnya adalah positif,” tukasnya.

Dengan adanya tambahan lima pasien positif per tanggal 23 Mei 2020, jumlah total pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto menjadi sebanyak 24 orang. Dengan rincian 22 pasien dalam perawatan, dua pasien dinyatakan sembuh dan satu pasien meninggal dunia.

“Selama pandemi ini, hari ini adalah tambahan pasien positif terkonfirmasi Covid-19 paling banyak per hari. Jangan sampai di kemudian hari jumlahnya semakin meledak. Ayo, kita patuhi surat edaran yang sudah dikeluarkan pemerintah,” imbaunya.

Masyarakat dihimbau agar mematuhi anjuran-anjuran pemerintah seperti penerapan physical dan social distancing, di rumah saja jika tidak ada hal-hal mendesak untuk keluar rumah. Jika memang harus keluar rumah agar memakai masker. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar