Pendidikan & Kesehatan

Takut Jarum Suntik, Guru MI di Jombang Meronta-ronta Saat Divaksin

Guru MI Darul Ulum dipegangi temannya karena merontak-ronta saat hendak disuntik vaksin, Jumat (26/3/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Seorang guru MI (Madrasah Ibtidaiyah) Darul Ulum, Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Jombang, Aan Syaikhoni, meronta-ronta saat disuntik vaksin Covid-19, Jumat (26/3/2021) di PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) Desa Brambang.

Guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) itu takut ketika melihat jarum suntik. Tentu saja, kondisi tersebut membuat guru lainnya kebingungan. Apalagi, saat hendak disuntik, Aan menyorongkan badannya menjauh dari petugas medis.

Seorang guru lainnya bernama Nanang, langsung bertindak. Dia memegangi tubuh guru Penjaskes tersebut. Bahkan, Nanang menutupi wajah rekannya itu menggunakan kertas. Tujuannya, agar Aan tidak melihat jarum suntik.

Sempat terjadi kegaduhan. Aan berteriak tak karuan. Rekannya memegangi dengan sekuat tenaga agar Aan tidak berontak. Begitu tenang, petugas medis langsung menyuntikkan vaksin di lengan kiri guru berpeci tersebut.

Vaksinasi terhadap Aan selesai. Ketegangan berubah menjadi gojlokan. “Oalahh, wis tuwek kok wedi suntik (sudah tua kok takut suntik),” ujar salah satu guru yang disambut tawa.

Usai vaksinasi, Aan mengatakan, dirinya memang sudah lama tidak suntik. Makanya, begitu melihat jarum suntik, perasaan takut langsung menyergap. “Ternyata saat suntik, tida sakit. Saya memang takut jarum suntik,” kata guru olahraga ini.

Kepala MI Darul Ulum Desa Balongbesuk, Hasan Basri yang ikut mendampingi para guru mengucapkan terima kasih atas vaksinasi tersebut. Karena hal itu semakin menambah semangat pembelajaran tatap muka (PTM) yang berlangsung 6 April mendatang.

Hasan juga mengatakan bahwa sebanyak 10 guru termasuk dirinya mendaftar untuk divaksin di PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) Desa Brambang, Kecamatan Diwek. Namun setelah dilakukan skrining, hanya sembilan yang lolos.

“Semoga PTM bisa berjalan sesuai dengan prokes (protokol kesehatan) yangg sudah ditentukan. Karena sudah satu tahun lebih kami kurang bisa berkomunikasi dengan murid-murid. Juga banyak curhat dari wali murid yg sudah tidak sanggup menemani anaknya belajar,” ujar Hasan.

7000 Pendidik Divaksin

Dewan guru MI Darul Ulum, Balongbesuk, usai menjalani vaksinasi, Jumat (26/3/2021)

Terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kemenag Jombang, Arif Hidayatulloh menjelaskan, sebanyak 7000 pendidik di bawah naungan kantor Kemenag (Kementerian Agama) Kabupaten Jombang divaksin Covid-19. Hal itu seiring rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas 6 April 2021.

Ribuan pendidik tersebut mulai dari tingkat Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), baik Madrasah Negeri maupun swasta. Dari jumlah itu, sudah 80 persen divaksinasi. “Sisanya masih dalam proses dengan target selesai akhir Maret 2021.

Kami berharap semua warga madrasah di lingkungan kantor Kemenag Jombang divaksinasi baik itu Kepala Madrasah, guru maupun pendidiknya atau TU (tata usaha). Hal itu untuk memutus rantai penyebaran COVID-19,” ungkap Arif. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar