Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Tak Perlu Cemas, RSML Siap Tangani Penderita TBC RO di Lamongan

Peresmian layanan khusus bagi penderita TBC RO di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML).

Lamongan (beritajatim.com) – Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) telah menghadirkan pelayanan khusus TBC RO. Layanan ini sebagai wujud dukungan terhadap pemerintah dalam memperluas akses bagi penderita Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) di Kabupaten Lamongan.

Sehingga, dengan hadirnya pelayanan yang diresmikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur tersebut, para penderita TBC RO di Lamongan tak perlu cemas dan tak perlu jauh-jauh berobat ke luar kota.

Diketahui, Layanan TBC RO merupakan program dari Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pengurus Pusat Muhammadiyah, dengan bantuan USAID (United States Agency International Development) melalui project Mentari TB.

“Lebih dari 1 tahun yang lalu, program ini kami terima sebagai amanah dari PP Muhammadiyah dan sebagai amal usaha Mumhammadiyah. Ruang layanan TBC RO ini kami namakan Paviliun Mentari, sesuai dengan nama project Mentari TB,” kata Direktur RSML, Umi Aliyah, saat dikonfirmasi, Rabu (12/1/2022).

Umi menjelaskan, paviliun khusus penderita TBC di RSML ini menyediakan ruang rawat jalan dan 10 ruang rawat inap, meliputi 4 ruang rawat inap untuk TBC RO dan 6 untuk TBR SO atau pasien TB yang masih sensitif terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT).

Selain itu, ruang rawat inap dan jalan TBC RO RSML juga didesain dengan ventilasi udara bertekanan negatif, sebagai standar ruangan TBC RO yang berguna untuk mencegah penularan.

“Baik ruangan untuk TBC RO maupun TBC SO, kita bagi dua, yaitu untuk pasien laki-laki dan perempuan. Karena RSML baru saja tersertifikasi sebagai RS syariah. Jadi, seandainya ada pasien yang lebih banyak laki-lakinya atau banyak perempuannya, itu diatur sedemikian rupa. Prinsip pemisahan gender itu kita utamakan,” terang Umi.

Tak cukup itu, Umi membeberkan, RSML juga telah membentuk Tim Ahli Klinis dan Tim Manajemen Kasus yang telah mendapat pelatihan Manajemen Terpadu Pengendalian TBC RO (MTPTRO), demi memastikan pengelolaan dan tata laksana TBC RO ini telah sesuai petunjuk teknis layanan TBC RO Kemenkes RI.

“Mudah-mudahan dengan adanya layanan TBC RO ini, masyarakat Lamongan yang sudah kena TBC RO, lebih dekat berobat ke RS Muhammadiyah Lamongan, tidak lagi jauh-jauh ke Gresik,” ucapnya.

Peresmian layanan khusus bagi penderita TBC RO di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML).

Project Director Mentari TB, Pitut Savitri menyampaikan, RSML menjadi RS Muhammadiyah ketiga di Jawa Timur setelah RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri dan RS Muhammadiyah UMM Malang, yang terpilih untuk membuka pelayanan TBC RO.

“Pada prinsipnya di RSML ini sudah sesuai dengan standar. Selamat kepada RSML, mudah-mudahan bisa memberikan pelayanan yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Pitut.

Sementara itu, MPKU PP Muhammadiyah, dr. Agus Syamsudin, mengungkapkan, sejak tahun 2016 Muhammadiyah telah berkontribusi dalam layanan TBC Resistan Obat sesuai Standar Nasional di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta.

Ini merupakan rumah sakit swasta rujukan TB Resisten Obat pertama di Indonesia yang kemudian diikuti oleh Rumah Sakit Islam Sukapura Jakarta sebagai rumah sakit swasta rujukan Muhammadiyah kedua, serta dilanjutkan ke rumah sakit di daerah lain.

“Teman dari USAID yang telah memberikan kepercayaan kepada Muhammadiyah untuk menjalankan upaya penanganan TBC RO. Ini sudah dimulai hampir 2 tahun, tahap pertama di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kemudian berlanjut ke Jawa Timur,” tutur Agus, secara virtual waktu itu.

Terakhir, Agus menegaskan, jika pihaknya sangat mensupport pengobatan secara penuh, karena Muhammadiyah juga bergerak pada aspek sosial melalui dukungan Laszismu.

“Kami menyiapkan Laszismu untuk mendukung hal-hal lain, terutama menyangkut gizi dan lain-lain. Kami juga akan lakukan monitoring berapa jumlah pasien yang dilayani. Kalau tidak ada pasien yang dilayani, berarti ada yang tidak tepat di situ,” tegasnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar