Pendidikan & Kesehatan

Tak Pakai Masker, Warga Kota Mojokerto Dihukum Nyapu Alun-alun

Sejumlah pengendara roda dua terjaring razia masker diminta untuk menyapu Alun-alun Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sedikitnya 10 pengendara roda dua di Kota Mojokerto terjaring razia masker yang digelar anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto. Mereka diminta untuk membersihkan Alun-alun Kota Mojokerto dengan memakai rompi warna orange.

Rompi tersebut bertuliskan “Pelanggar Protokol Kesehatan”. Dengan memakai rompi tersebut, mereka diminta untuk membersihkan fasilitas umum (fasum) yang menjadi ikon Kota Mojokerto. Dari 10 orang pelanggar tersebut, satu diantaranya merupakan perempuan. Ia terjaring karena selain tak memakai masker, juga tak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto, Sugiono mengatakan, razia masker tersebut menindaklanjuti Perwali Nomor 55 Tahun 2020 tentang Tatanan Baru pada masa pandemi Covid-19. “Kepada masyarakat yang tidak mematuhi Perwali tersebut maka dilakukan penindakan,” ungkapnya, Kamis (23/7/2020).

Yakni diberikan sanksi kerja sosial untuk membersihkan Alun-alun Kota Mojokerto. Masih kata Sugiono, dari dua titik yakni perempatan Pasar Burung dan Alun-alun Kota Mojokerto, pihaknya menjaring 10 pengendara kendaraan roda dua yang tak memakai masker.

“Ada 10 orang pengendara roda dua yang diberikan penindakan sebagai bentuk untuk mendisiplinkan masyarakat yakni diberi sanksi untuk membersihkan Alun-alun. Yang mana dalam Perwali ini supaya lebih disiplin dan tujuannya untuk memutus mata rantai Covid-19,” katanya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar