Pendidikan & Kesehatan

Tak Pakai Masker, KTP Empat Orang Ini Disita

Sejumlah orang terjaring operasi yustisi yang digelar tim gabungan di Jl Hayam Wuruk Jombang, Selasa (20/10/2020)

Jombang (beritajatim.com) – Tim gabungan dari Polres Jombang, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Kodim/0814 menggelar operasi yustisi di Jl Hayam Wuruk, Selasa (20/10/2020). Hasilnya, petugas mendapati sembilan orang yang melanggar protokol kesehatan. Mereka tidak memakai masker saat beraktifitas di luar rumah.

Dari jumlah tersebut, 4 orang disanksi membuat surat pernyataan dan penyitaan KTP, sedangkan 5 pelanggar lainnya memilih sanksi sosial. Petugas juga memberikan imbauan kepada pelanggar agar menaati 3M (Memakai Masker, Manjaga Jarak, Mencuci Tangan). Karena upaya tersebuy cukup efektif memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Operasi yustisi ini kita lakukan sekitar 1,5 jam. Dari situ kita menemukan sembilan orang yang tidak memakai masker. Selanjutnya kita berikan sanksi. Rinciannya, lima orang disanksi sosial, sedangkan empat pelanggar lainnya dilakukan penyitaan KTP dan membuat surat pernyataan,” kata Kasat Reskoba Polres Jombang AKP Mochammad Mukid yang memimpin operasi itu.

Mukid mengatakan, patroli Yustisi skala besar ini untuk menindaklanjuti Inpres No. 6 tahun 2020 tentang Disiplin Protokol Kesehatan dan penerapan Perda Provinsi Jatim No 02 tahun 2020. Selain itu juga Perbup 57 tahun 2020 tentang peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan serta Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Jombang.

Mukid mengungkapkan, patroli yustisi tersebut diikuti 43 petugas. Selanjutnya, tim bergerak ke Jl Hayam Wuruk Jombang. Nah, di tempat itulah petugas mengamati setiap pengguna jalan. Bagi yang kedapatan tidak memakai masker, langsung dihentikan. Lalu diberikan sanksi.

Salah satu pelanggar, Masduqi, mengatakan dirinya lebih memilih menjalani sanksi sosial berupa menyapu di seputaran tempat razia Operasi Yustisi daripada harus membayar denda Rp 50 ribu. Dia beralasan, daripada untuk membayar denda, uang tersebut lebih baik digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Saya memilih sanksi sosial, yakni menyapu atau membersihkan fasilitas publik. Karena sebagai tukang las, penghasilan saya pas-pasan. Jadi saya lebih memilih sanksi sosial,” pungkas Masduqi yang tak mengenakan masker saa di jalan ini. [suf]

Salah satu pelanggar protokol kesehatan menjalani sanksi sosial




Apa Reaksi Anda?

Komentar