Pendidikan & Kesehatan

Tak Ingin Ujian Terganggu, Pembangunan Sekolah Ditunda

foto: ilustrasi

Gresik (beritajatim.com)- Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik memastikan pembangunan gedung sekolah maupun rehabilitasi baru bisa dilakukan pertengahan tahun. Langkah ini diambil karena Disdik setempat tidak ingin pelaksanaan ujian terganggu.

Berdasarkan data Dispendik tahun 2019. Direncanakan bakal membangun 35 ruang kelas baru. Jumlah itu, jika dirinci yakni, 17 RKB SD, 2 RKB SMP, 7 RKB sanggar kegiatan belajar yang menggunakan DAK, dan 9 ruang kelas baru lewat APBD. Sehingga, total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 9,1 milliar.

Sementara, untuk rehabilitasi ruang kelas, Dispendik punya anggaran sekitar Rp 11 milliar. Jumlah itu berasal dari dua sumber. Yakni, DAK Rp 8,2 milliar dan APBD Rp 2,9 milliar.

Dari anggaran tersebut, untuk rehabilitasi ruang kelas itu, Dispendik bakal merehab 19 ruang di lembaga sekolah dasar. Selanjutnya, 29 ruang untuk SMP, 6 ruang untuk SKB serta 43 paket rehab ruang kelas dari APBD.

“Sebenarnya bisa saja membangun pas siswa ujian. Tapi, hal itu dikuatirkan bisa mengganggu,” ujar Kabid Managemen Pendidikan Dispendik Gresik, Suwono, Rabu (20/02/2019).

Ia menambahkan, pengerjaan rehab dan bangun gedung itu baru bisa terlaksana antara Juni hingga Juli 2019. Ini dikarenakan masih menunggu proses lelang.

“Ini masih dalam tahap perencanaan. Kemungkinan bulan depan bisa lelang,” tambahnya.

Masih menurut Suwono, terkait dengan itu pihaknya tetap menginginka pembangunan itu bisa segera terlaksana. Sebab, berkaca tahun 2018 lalu, pembangunan ratusan gedung selesai mepet di akhir tahun.

“Memang tidak molor. Hanya saja selesainya mepet sekali,” pungkasnya.[dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar