Pendidikan & Kesehatan

Tak Ingin Terlibat Politik, Pondok Gontor Netral dalam Pilkada Ponorogo

Wakil Rektor 1 Universitas Darussalam (Unida) Gontor Hamid Fahmy Zarkasyi (foto/UNIDA GONTOR)

Ponorogo (beritajatim.com) – Menjelang pelaksanaan Pilkada Ponorogo tahun ini, keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersikap netral. Tidak memihak salah satu kandidat pasangan calon (paslon) yang akan bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Sejak berdirinya Pondok Gontor, Gontor sudah memisahkan politik dari pendidikan,” kata Wakil Rektor 1 Universitas Darussalam (Unida) Gontor Hamid Fahmy Zarkasyi, Jumat (14/8/2020).

Hamid menegaskan pada prinsipnya Pondok Gontor itu tidak pernah mencampurkan pendidikan dengan politik praktis. Artinya, ketika ada pemilihan umum (pemilu) atau Pilkada seperti saat ini, jelas Gontor tidak memihak salah satu pihak. “Kita ini adalah lembaga pendidikan yang mencetak para pemimpin dan politisi,” katanya.

Bisa dibayangkan jika memihak salah satu partai politik (parpol), berarti Gontor sendiri akan menutup lembaga pendidikan itu hanya untuk satu parpol tersebut. Demikian juga, Pondok Gontor juga tidak dibawah organisasi masyarakat (ormas) manapun. Jadi Pondok Gontor ini bukan milik NU maupun Muhammadiyah atau ormas apapun.

“Politik kita ya politik pendidikan. Artinya Pondok Gontor menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan, itulah politik Pondok Gontor,” katanya.

Dalam pandangan Pondok Gontor, kata Hamid, pemimpin itu mestinya yang memikirkan rakyat dan pro rakyat. Pondok Gontor tidak suka dengan pemimpin yang maunya hanya berkuasa, tidak memikirkan rakyat maupun umat. Padahalkan, untuk bisa menjadi pemimpin dulu didukung oleh umat. “Nah yang begini yang dikritisi oleh Gontor. Mengkritisi terhadap keadaan kan sah-sah saja,” ungkap Hamid.

Dia menambahkan jika mengkritik pemimpin itu boleh-boleh saja. Malah, di dalam Islam justru menjadi perintah. Yakni berani mengatakan sesuatu kepada pemimpin yang tidak adil. Ini ajarannya, namun sekali lagi Pondok Gontor tidak berpolitik. “Siapapun dan dari partai apapun yang menjadi pemimpin, Gontor tidak ikut campur,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar