Pendidikan & Kesehatan

Tak di Kantor saat Sidak, Kepala Puskesmas Kedungdung Dimutasi

Bupati Sampang H.Slamet Junaidi saat berada di Puskesmas Kedungdung, Senin (13/1/2020).

Sampang (beritajatim.com) – Dampak dari Inspeksi Mendadak (Sidak) oleh Bupati Sampang ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Kedungdung, beberapa waktu lalu, sebanyak tiga orang tenaga medis dan Kepala Puskesmas Kedundung, dimutasi ke wilayah Kepulauan Mandangin. Tak hanya itu, satu dokter dan dua perawat lainya juga digeser ke Puskesmas yang semakin jauh dari kota Sampang.

Kabid Mutasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat, Arif Lukman Hakim mengaku pemindahan tugas tersebut untuk peningkatan layanan masyarakat dan organisasi.

“Ada empat tenaga medis yang dipindah tugaskan, ini hanya untuk penyegaran dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” terangnya, Sabtu (18/1/2020).

Ia juga mengatakan bahwa di hari yang sama, Bupati Sampang, langsung mengisi kekosongan Kepala Puskesmas Kecamatan Kedungdung atas nama Syahruddin Puskesmas Banjar, sedangkan untuk tenaga medisnya saat ini sedang dalam proses.

“Surat mutasi itu berlaku sejak Kamis tanggal 16 Januari 2020,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tiga hari sebelum dilakukan mutasi, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dibuat geram atas kekosongan petugas di dalam Puskesmas Kecamatan Kedungdung.

Bahkan, Bupati sempat duduk di kursi petugas jaga. Kemudian disusul ke kamar-kamar pasien yang di situ juga hanya dijaga oleh pegawai magang.

Pria yang akrab disapa Haji Idi ini mengatakan, sesuai keterangan dari tenaga magang yang berada di Puskesmas menjelaskan, jika ada pasien datang untuk berobat, petugas jaga kemudian menelpon kepala Puskesmas.

“Kalau ada pasien konsultasinya melalui telepon, bagaimana menentukan obatnya. Nah ini lah yang memicu adanya malpraktik. Saya ingin pemerintah ini perduli terhadap masyarakat terutama hal pelayanan,” tandasnya. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar