Pendidikan & Kesehatan

Tak Ada Tambahan Positif Covid-19, Klaster Sidodowo Terkendali

Lamongan (beritajatim.com) – Klaster yang ada di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, terpantau terkendali. Dari data terakhir diketahui total ada 14 orang meninggal dunia setelah kasus Covid-19 mulai merebak di desa tersebut.

Berdasarkan data yang masuk, hingga Rabu (16/6/2021), ada 14 orang yang meninggal dunia, dengan rincian 5 orang diketahui positif terpapar Covid-19 dari hasil tes PCR, 5 orang dari swab antigen, dan 4 lainnya meninggal dunia belum sempat dilakukan PCR maupun swab antigen.

Kepala Dinkes Kabupaten Lamongan Taufik Hidayat mengungkapkan, 14 warga yang meninggal tersebut seluruhnya dimakamkan dengan prosedur protokol kesehatan (prokes). Serta dalam satu minggu terakhir ini, sudah tidak didapatkan tambahan konfirmasi positif Covid-19 lagi dari desa yang berada di wilayah selatan Lamongan ini.

“Tidak ada penambahan lagi. Saat ini tinggal menunggu proses kesembuhan warga, dari hasil PCR ada 15 orang yang sedang Isolasi di Rumah Sakit (IRS), dan 12 orang sembuh. Sementara dari hasil Swab antigen diketahui ada 13 orang Isolasi Mandiri di Rumah (IMR), dan 215 dinyatakan sembuh,” ujar Taufik Hidayat saat konferensi pers di Mapolres Lamongan, Rabu (16/6/2021).

Diketahui sebelumnya, karena banyak warga Sidodowo yang terpapar Covid-19 sehabis menghadiri acara hajatan, sehingga kebijakan lockdown di desa tersebut diberlakukan. Bahkan juga diikuti dengan beberapa kebijakan lain untuk mendukung pencegahan akan penyebaran Covid-19.

Secara keseluruhan, Taufik menambahkan, kasus Covid-19 di Desa Sidodowo didapatkan 32 warga terkonfirmasi positif Covid-19 dan 233 reaktif dari rapid test antigen dari keseluruhan 798 sampel yang dites. “Paling lambat 22 Juni 2021 sesuai dengan peraturan kementrian pasien dinyatakan sembuh atau selesai isolasi,” tandasnya.

Meski telah melandai, Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf. Sidik Wiyono menyebut kalau pengetatan terhadap protokol kesehatan di desa ini akan tetap dilakukan. Setelah 22 Juni, lanjut Sidik, perkembangan kasus di Desa Sidodowo ini akan tetap dipantau apakah PPKM Mikro di desa ini akan diperpanjang atau hanya diterapkan di tingkat dusun atau tingkat RT.

“Walaupun banyak yang sudah sembuh, tetapi penanganan tetap dilakukan sesuai prosedur. Setelah 22 Juni, PPKM Mikro akan dievaluasi apakah akan dilakukan di tingkat dusun atau tingkat RT,” sambungnya.

Lebih lanjut, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana menambahkan, pihaknya bersama Kodim 0812 dan Pemkab Lamongan terus bersinergi untuk menanggulangi Covid-19 di Lamongan, khususnya kasus di Desa Sidodowo.

Miko juga menjelaskan, pihaknya bersepakat dengan Dandim dan Pemkab Lamongan akan mengevaluasi pelaksanaan lockdown yang dilakukan di Desa Sidodowo. “Pemeriksaan kesehatan juga masih dan terus dilakukan di Desa Sidodowo,” pungkas Miko. [riq/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar