Pendidikan & Kesehatan

Tak Ada Pentas karena Covid-19, Pekerja Seni Gresik Kerja Serabutan

Gresik (beritajatim.com) – Para pekerja seni di Gresik terpaksa alih profesi bekerja serabutan akibat adanya larangan pentas di masa pandemi Covid-19. Selama lebih dari enam bulan, para pekerja seni hanya sekali menerima bantaun sembako.

Seniman Gresik yang tergabung dalam ‘Sanggar Seni Traju Wening’ di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, Gresik hanya menerima pasrah. Tak ada orderan pentas seni.

Selama enam bulan, sejak Maret 2020, mereka tidak mendapatkan order pentas seni akibat larangan pentas di masa pandemi Covid-19.

Demi menghidupi keluarganya, mereka terpaksa alih profesi dengan bekerja serabutan. Di antaranya bekerja sebagai ojek online maupun buka warung kuliner seadanya.

Leni Kurniasari (21) seniman sinden mengatakan, untuk tetap bertahan hidup, dirinya terpaksa berjualan warung kuliner.

“Mau gimana lagi karena tidak ada orderan pentas, ya terpaksa buka warung. Hasilnya buat kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Rabu (7/10/2020).

Hal senada juga dikemukakan oleh Antok (45) yang berprofesi sebagai pemukul gendang. Dirinya beralih profesi sebagai ojek online (ojol) untuk menyambung hidup.

“Mau gimana lagi mas lha wong pentas dilarang akibat ada Covid-19. Daripada berdiam diri terus, terpaksa jadi ojek online,” ujarnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar