Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Tak Ada Lagi Wilayah Aglomerasi, Surabaya Turun PPKM Level 1

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi.

Surabaya (beritajatim.com) – Status PPKM Kota Surabaya telah dinyatakan turun ke level 1 berdasarkan Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut bahwa Surabaya memasuki level 1 lantaran dalam Inmendagri tidak ada lagi wilayah aglomerasi. Perhitungan yang dilakukan mengacu pada pola penanganan Covid-19 di masing-masing daerah atau per kabupaten/kota.

“Kalau sekarang sudah dibebankan pada setiap kota, ya Surabaya sendiri memang sudah level 1 dari beberapa bulan yang lalu,” kata Eri, Selasa (19/10/2021).

Eri memaparkan, kemudian ada 6 indikator lain yang mempengaruhi turunnya Level PPKM Kota Surabaya dari angka 3 ke 1, seperti Bed Occupancy Rate (BOR), capaian vaksinasi, hingga rasio 3T (tracing, testing, dan treatment).

“Karena Surabaya vaksinnya terkunci dengan aglomerasi, maka secara otomatis tidak bisa turun level 1 karena harus 70 persen. Lansianya harus 60 persen,” paparnya.

Sedangkan jika dilihat dari cakupan vaksin di Kota Surabaya sendiri, persentase sudah di atas ketentuan yang ada. “Kita (capaian vaksin) sudah 115 persen lebih, terus dosis kedua juga hampir 90 persen,”

Menurutnya saat ini dari total keseluruhan warga Surabaya yang terpapar persentasenya sudah sangat minim. “Ini ternyata terbukti per hari ini, itu yang aktif kena covid hanya 15 orang dari 3,2 juta,” ungkap Eri. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar