Pendidikan & Kesehatan

Tahun Ajaran Baru, SMA di Sumenep Pastikan Gelar PTM

Siswa-siswa di salah satu SMA di Sumenep mengikuti arahan tim satgas Covid-19 beberapa waktu lalu (foto : Temmy)

Sumenep (beritajatim.com) – Seluruh SMA, SMK, serta Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) di Kabupaten Sumenep pada tahun ajaran 2021 – 2022 dipastikan akan menggelar pertemuan tatap muka (PTM). Namun PTM yang diterapkan adalah PTM terbatas.

“Sinyal yang kami terima, sementara ini PTM yang diijinkan baru PTM terbatas atau maksimal 50 persen tiap sekolah. Itu diijinkan bagi daerah dengan zona hijau dan kuning untuk penyebaran Covid-19,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Sumenep, Syamsul Arifin, Selasa (25/05/2021).

Ia menjelaskan, Kabupaten Sumenep saat ini masuk zona hijau. Pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan, apakah PTM tetap digelar terbatas maksimal 50 persen, atau diijinkan PTM penuh. “Hasil rakor kacabdin seluruh Indonesia kemarin, sementara memang masih PTM terbatas, sambil menunggu keputusan dari pusat,” ujarnya.

Ia memaparkan, untuk sekolah setingkat SMA di Sumenep, sejak awal semester genap telah melaksanakan PTM terbatas, yakni maksimal 50 persen. Sejauh ini tidak ditemukan kendala berarti. “Tentu saja kami tetap meminta tiap sekolah untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Seluruh fasilitas penunjang prokes itu harus ada,” tegasnya.

Menurutnya, sesuai SOP tim gugus Covid-19, setiap siswa yang akan masuk sekolah, harus dicek suhu tubuhnya. Kemudian mencuci tangan di pintu masuk. Sampai di depan kelas, sudah disediakan hand sanitizer. Selain itu, meja dan bangku siswa diatur dengan jarak 1 meter – 1,5 meter. “Jadi memang persyaratannya harus mematuhi prokes dengan sangat ketat. Ini wajib bagi tiap sekolah. Tidak bisa ditawar,” tandasnya. Sesuai kalender akademik, tahun ajaran 2021-2022 dijadwalkan akan dimulai pada 12 Juli 2021. (tem/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar