Pendidikan & Kesehatan

Sutrisno Bachir Dorong BEM PTMI Jadi Enterpreneur

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) kembali mengadakan seminar Nasional dalam rangkaian acara Silahturahmi Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia (Silatnas BEM PTMI), Rabu (10/4/2019) di Gedung At Tauhid Lantai 13 UMS.

Kali ini tema Seminar yang diangkat adalah ‘Membangun Jiwa Enterpreneurship Pemuda di Era Revolusi Industri 4.0’ dengan menghadirkan Ir. Sutrisno Bachir sebagai pembicara. Sutrisno Bachir pun dikenal saat ini sebagai Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN).

Dalam kapasitasnya sebagai ahli Ekonomi Industri ia pun memberikan materi dan semangat bagi anak anak muda dalam mencapai prestasi yang baik dengan ditopang kreativitas yang tinggi. Ia mengatakan bahwa sejak dini, masyarakat Indonesia harus dikenalkan dan dibiasakan berbisnis.

“Jika ingin Indonesia lebih baik maka salah satu jalan keluarnya adalah lompatan kesejahteraan. Dan lompatan kesejahteraan itu harus melalui industri. Industri harus terus didorong maju,” ujar pria yang hari ini berulang tahun ke 42 itu.

Menurutnya dengan mendorong ekonomi industri terus maju dan berkembang adalah usaha yang baik dari pemerintahan. Liberalisasi Politik akan membuat Liberalisasi Ekonomi yang mana berarti pasar bebas dapat terwujud dan kesempatan industri berkembang menjadi lebih besar.

Selain itu, Pemerintah saat ini pun telah mendukung kemajuan ekonomi Industri dan kreatif dengan sangat baik, hal tersebut dilihat dari kebijakan Afirmatif Ekonomi. Afirmatif Ekonomi sendiri merupakan kebijakan dari pemerintah yang melibatkan UMKM khusus pengusaha daerah untuk muncul dalam perekonomian nasional.

Menurut Sutrisno, pemerintah pun akan memperbesar anggaran untuk pembinaan kewirausahaan UMKM-UMKM melalui balai latihan kerja.

“Anggaran yang awalnya hanya untuk melatih tenaga kerja supaya terampil saat ini ditambah pembinaannya untuk menjadi pengusaha. Kalau dia dibimbing menjadi ahli masak bukan berarti harus menjadi juru masak restoran semua tapi juga ada pembinaan lanjutan untuk menjadi wirausahaan yakni agar mampu membuat restoran sendiri, begitu contoh nya,” ujar Sutrisno.

Terkait dengan peran serta mahasiswa dan BEM, ia mengatakan bahwa mahasiswa apalagi BEM adalah tonggak perubahan sehingga diharapkan mereka berkeinginan dan mampu untuk terjun kedalam dunia wirausaha.

“Kalau keinginan dan kemampuan enterpreneur ini dimiliki anak muda apalagi BEM yang memiliki pemikiran yang tajam maka saya yakin mereka akan dahsyat dan menjadi enterpreneur yang sukses. Bangsa Indonesia ini perlu pengusaha yang benar-benar lahir dan mempersiapkan diri di enterpreneur. dari 300 BEM yang hadir ini cukuplah 6 persen saja menjadi pengusaha maka itu akan merubah Indonesia,” jelasnya.

Ia pun mengatakan bahwa Indonesia akan maju jika mayoritas penduduknya ikut berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar