Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Susun Langkah Pemulihan Pandemi, FIA UB Malang Bikin Konferensi Internasional

FIA UB bakal menggelar Annual International Conference on Business and Public Administration (AICoBPA).

Malang(beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur menggelar konferensi internasional untuk ke empat kalinya. Konferensi ini bertajuk Annual International Conference on Business and Public Administration (AICoBPA).

Tema yang diambil adalah, “Synergising Public and Private Sectors to Accelerate Socio-Economics Recovery from the Pandemic”. Forum ini diharapkan mampu melahirkan saran konstruktif terkait pemulihan sosial-ekonomi pada masa pandemi Covid-19.

“Output dari acara ini adalah kami bisa mendapatkan paper (artikel ilmiah) yang berkualitas dari para peserta. Paper tersebut nanti akan dipublikasikan ke jurnal-jurnal yang sudah tersitasi,” kata Dekan FIA UB, Andy Pefta Wijaya, Selasa, (9/11/2021).

Andy mengatakan saat ini ada sekitar 200 peserta lebih yang mengikuti AICoBPA mereka berasal dari berbagai negara seperti Australia, Filipina, Oman hingga Australia. Diharapkan dari konferensi ini, para peserta dapat saling berbagi pemikiran-pemikiran untuk menyinergikan sektor-sektor publik dan swasta dalam rangka mempercepat pemulihan sosial-ekonomi dari pandemi.

Andy mencontohkan dalam kasus di Indonesia, kebijakan publik yang dibuat oleh pemerintah seringkali tidak konsisten. Salah satunya kebijakan wajib swab Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi moda transportasi publik. Setelah diumumkan beberapa waktu kemudian ditarik kembali.

“Seperti keharusan swab PCR itu. Tapi setelah beberapa hari akhirnya ditarik. Memang terkait kewajiban swab PCR ini adalah tugas pemerintah untuk mengambil sikap terkait respon publik. Nah itu untuk kasus di Indonesia. Kita juga nanti akan belajar penanganan Covid-19 di Australia maupun Amerika,” papar Andy.

Andy menuturkan, seperti aspek kesehatan seharusnya menjadi prioritas ketinbang sektor lainnya. Dia menyebut, tahun 2021 dalam politik anggaran pemerintah kurang berpihak pada sektor kesehatan. Pemerintah lebih mengedepankan untuk insfrastuktur, pertahanan keamanan, kepolisian dan barulah kesehatan kemudian pendidikan.

“Nomor 4 dan 5 pendidikan dan kesehatan padahal situasi Covid seharusnya pendidikan dan kesehatan harus prioritas. Saya lihat mendset pemerintah belum memprioritaskan. Mereka mungkin berfikir 2021 Covid selesai ternyata tidak. Akhirnya mereka menambah anggaran penanganan Covid seperti vaksin gratis dan lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Panitia AICoBPA, Muhammad Iqbal mengatakan bahwa acara ini berlangsung selama dua hari mulai 9 hingga 10 November 2021, nanti. Dengan peserta dari berbagai negara.

“Untuk paper kami akan lakukan dua kali review. Setelah itu yang terpilih akan kami rekom untuk masuk jurnal. Kami sudah menjalin kerjasama baik dengan jurnal nasional maupun internasional,” tandasnya. (luc/ted)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar