Pendidikan & Kesehatan

Surat Keterangan Domisili Diakali, Kelurahan Lempar Tanggungjawab

Lurah Bangunsari Sutadji

Ponorogo (beritajatim.com) – Sejumlah kelurahan tidak mau disalahkan atas polemik surat keterangan domisili yang terbitkannya, khususnya surat yang diajukan oleh pendaftar PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di SMPN 1 Ponorogo.

Pasalnya surat sakti pengganti kartu keluarga sebagai prasarat mendaftar itu diakali oleh sejumlah orang tua yang alamat aslinya berada di luar zonasi. “Tidak ada sosialisasi soal aturan PPDB dari Dindik Ponorogo. Jadi selama persyaratan pemohon lengkap, kami kami akan terbitkan,” kata Lurah Bangunsari Sutadji, usai rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Ponorogo, Rabu (3/7/2019).

Sutadji mengungkapkan pihaknya tak kuasa menolak karena kebanyakan permohonan dilengkapi berbagai berkas. Meliputi surat pengantar dari RT dan surat pernyataan bermaterai dari pemohon. Karena dirasa cukup meyakinkan, dirinya pun tak kroscek dengan fakta yang ada di lapangan. “Problem teman-teman Lurah lain juga begitu. Setelah ada instruksi, kami kroscek semua,” ungkapnya.

Setelah dirinya melakukan kroscek di lapangan, Sutadji memang mendapati ada yang tidak berdomisili di Bangunsari. Dari 9 surat keterangan domisili yang diterbitkannya, hanya ada 4 surat yang valid. Sementara 5 surat lainnya dicek tidak ada. “Padahal saat membuatnya mereka juga membawa surat pengantar dari RT,” pungkasnya.

Keadaan serupa juga dialami di sejumlah kelurahan. Meliputi kelurahan Nologaten, Cokromenggalan, Mangkujayan, Kertosari, hingga Brotonegaran. Bahkan untuk kelurahan Kertosari, dari 3 surat keterangan domisili yang diterbitkan, semuanya belum ada yang dikroscek oleh pihak kelurahan. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar