Pendidikan & Kesehatan

Sulap Biji Kecubung Jadi Obat Anestesi, 5 Pelajar MAN Gresik Sabet Medali Emas

Gresik (beritajatim.com) – Lima pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik, berhasil membuat inovasi obat anestesi alami untuk komoditas ikan yang terbuat dari biji kecubung.

Dipilihnya biji tersebut karena banyak ditemukan di lingkungan sekitar sekolah. Hasil karya pelajar ini mampu menyabet medali emas dalam ajang International Invention Festival 2020 yang digelar secara daring.

Kelima pelajar MAN 1 Gresik itu adalah Ibrahim Al Khowwas, Maya Hafshoh Nur Rohmatul, Agika Rahman Putri, dan Febi Auliyah Dwi Insani. Semua pelajar tersebut mampu mengharumkan nama sekolah di tingkat internasional.

Lalu bagaimana mereka mampu menciptakan karya obat anestesi, atau obat bius terbuat dari bahan baku biji buah kecubung. Cara yang dilakukan cukup mudah hanya membutuhkan biji kecubung yang dicampur dengan alkohol 70 persen.

Buah kecubung yang memiliki nama latin ‘Datura Metel’ ino punya kandungan senyawa atropin skopolamin, dan hiosiamin yang berpotensi sebagai obay bius alami.

“Caranya biji kecubung diekstrak pelarut menggunakan alkohol 70 persen lalu diaduk atau di shaker 30 menit. Kemudian didiamkan selama dua hari,” ujar Ibrahim Al Kowwas selaku ketua tim peneliti,” ujarnya, Jumat (9/10/2020).

Hasil inovasi pelajar ini mampu membiua ikan lebih dari 20 menit tergantung banyak sedikitnya cairan anestesi. Menurut Ibrahim, pembuatan inovasi ini lantaran maraknya buah kecubung yang tumbuh liar bisa dimanfaatkan. Namun, tidak boleh dicampur buat minuman karena bisa memabukan.

“Ide pembuatan obat anestesi ini juga didasari dari banyak petambak ikan bandeng, dan udang yang kesulitan memindahkan benih dari satu tempat ke tempat lain. Pasalnya, jika terlalu lama menyebabkan banyak benih yang stres berakibat mati,” tuturnya.

Kepala Sekolah MAN 1 Gresik Masfufah menyatakan hasil karya ilmiah siswanya ini yang masih duduk di bangku kelas 10 mampu menyingkirkan 50 peserta dalam negeri dan berhasik menyabet medali emas dalam kategori Most Active Interactive Indonesia International Invention Festival 2020. “Festival itu dilakukan secara daring dan siswa kami mampu menyabet medali emas,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar