Pendidikan & Kesehatan

Antisipasi WPS Terjangkiti COVID-19

SuaR Beri Ratusan Tempat Cuci Tangan ke Eks Lokalisasi

Kediri (beritajatim.com) – Meskipun seluruh tempat hiburan di Kediri saat ini sudah ditutup, namun eks lokalisasi tetap menjadi kawasan yang rentan terhadap penyebaran virus Corona atau COVID-19. Untuk itu, pegiat HIV/AIDS SuaR (Suara Nurain) Indonesia mengambil langkah antisipasi dengan memberikan alat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

“Eks lokalisasi mempunyai kerentanan yang sama dalam wabah corona, termasuk komunitas terpinggirkan. Selama ini kami dalam program AIDS, selalu berinteraksi dengan mereka. Maka kami melakukan pencegahan terhadap mereka. Kami melakukan sebuah kampanye dan membuat sebuah alat yang sekarang dikerjakan oleh teman-teman,” kata Direktur SuaR Indonesia, Sanusi, S.Pd, Senin (23/3/2020).

Dari seluruh eks lokalisasi yang ada di Kediri sedikitnya dibutuhkan 257 paket CTPS. Tetapi dalam tahap pertama ini, SuaR akan mendistribusikan sebanyak 150 paket. CTPS buatan SuaR terbilang sangat sederhana. Tetapi memiliki fungsi yang sama. Mereka memodifikasi sebuah kotak plastik menjadi tempat cuci tangan dengan sebuah kran yang disebut dengan istilah kontener.

Proses pembuatannya juga cukup sederhana. Kotak plastik dilubangi menggunakan palu kecil yang dipanaskan dengan sebuah kompor. Setelah itu, lubang ditutup menggunakan kran yang berasal dari bahan plastis pula. Proses ini dikerjakan secara manual oleh para aktivis SuaR sebanyak 14 orang.

“Kebutuhan 257 paket. Tahap pertama ini 150 paket. Besok kita distribusikan bekerjasama dengan Fatayat NU,” imbuh Sanusi.

Lulusan ilmu geografi ini mengakui, meskipun pemerintah daerah telah menutup seluruh tempat hiburan termasuk eks lokalisasi, tetapi masih ada potensi aktivitas dari para WPS. Untuk itu, selain memberikan CTPS sebagai langkah antisipatif, SuaR juga akan melakukan kampanye untuk menumbuhkan kesadaran mereka tentang kewaspadaan terhadap COVID-19.

“Ada sebuah stigma yang lumayan tumbuh dan stigma pekerjaanya serta persoalan corona. Maka kami berusaha untuk menumbuhkan kesadaran mereka. Dengan cara melakukan hal yang harus secara terus menerus,” imbuhnya.

Dalam kampanye tersebut, Sanusi bakal tetap merhatikan keamanan dan keselamatan dari setiap anggotanya. Mengingat wabah COVID-19 bisa menular kepada siapa saja. Tentunya dalam bersinggungan dengan orang lain, pihaknya juga patuh terhadap SOP yang telah dianjurkan oleh pemerintah.

“Kami ada 14 staf yang melakuan kampanye terhadap ini. Salah satunya, bagaimana kami menjaga semua staf agar tidak terinfeksi. Karena kesiap siagakan adalah hal paling penting didalam rangka melawan corona,” tandasnya.

Kerawanan kawasan eks lokalisasi terhadap COVID-19 ini juga diakui oleh Anis, sebagai petugas lapangan (PL) SuaR yang selama ini konsen di wilayah Gedangsewu dan Kandangan. Dirinya melihat mobilisasi masyarakat di kawasan eks lokalisiasi yang harus mendapatkan perhatian serius ditengah wabah yang semakin meluas ini.

“Kerentanan di eks lokaslisasi perlu diperhatikan, karena banyak orang. Walaupun ditutup tetap masih ada yang berkumpul disitu. Kita memberikan sosiaslsasi kepada mereka bagaimana pola hidup sehat dan cuci tangan. Tidak hanya ke mbak-mbaknya (baca : WPS) saja, tetapi ke pelanggan,” ungkap Anis.

Sejauh ini Anis memandang dua wilayahnya masih dalam kondisi yang aman dari COVID-19. Akan tetapi memiliki potensi. Untuk itu, dirinya mengajak semua untuk tetap waspada dengan cara menjaga diri, menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat. “Kesadaran untuk membangun pola hidup sehat ini yang terus kita suarakan,” serunya.

SuaR memberikan semangat kepada paramedis dan semua pihak yang mendedikasikan diri dalam melawan virus Corona, termasuk kalangan jurnalis.

“Pemerintah Daerah pasti sudah punya strategi dalam penanganan corona ini. Masukan kami, seharusnya tidak membedakan kepada siapapun. Karena hal terberat adalah kelompok terpinggirkan/terinklusi. Selain kampanye, bagaimana mereka memberikan pelayanan yang membuat kenyamanan. Dan dukungan semua pihak dalam melawan corona, jangan beban itu hanya diberikan pemerintah dan pihak tertentu saja, tetapi mari bersama-sama,” tutup Sanusi mengajak. [nm/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar