Pendidikan & Kesehatan

Stunting di Jatim Masih Tinggi, NI Lakukan Sinergi

Surabaya (beritajatim.com) – Nutrition International (NI) organisasi global yang fokus pada intervensi gizi masyarakat bersama Dinas kesehatan provinsi Jawa Timur menggelar diskusi bertema “Penguatan Program Integrasi Zat Gizi Mikro” untuk meningkatkan komitmen dalam pencegahan dan penurunan Stunting.

Pertemuan yang dihadiri sekitar 180 orang dari 38 Dinas Kesehatan Kabupaten-Kota di Jawa Timur, para peserta saling bertukar pembelajaran dan praktik baik untuk mencegah dan menurunkan angka stunting serta membahas pendekatan terbaik dalam mengintegrasikan program Zat Gizi Mikro.

Di tahun 2017, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meluncurkan inisiatif stunting nasional yang memberikan dukungan dan investasi yang telah ditargetkan dari sumber daya pemerintah untuk menangani stunting.
Dimana hal ini berlanjut menjadi “Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting” (2018-2024) yang juga mencakup intervensi prioritas, penerima manfaat prioritas, dan lokasi prioritas.

Dengan adanya dukungan dari pemerintahan Australia dan Kanada, Nutrition International bekerjasama dengan pemerintahan Indonesia dalam ‘Integrasi Suplementasi Zat Gizi Mikro untuk Menurunkan Anemia Gizi Besi pada Ibu Hamil serta Kesakitan dan Kematian Balita’ atau program MITRA. Program yang sudah dimulai sejak 2016 ini diharapkan mampu meningkatkan status kesehatan dan gizi hampir 1 juta perempuan dan anak-anak di 10 kabupaten di Jawa Timur dan 10 kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

Salah satu gerakannya adalah pemberian suplementasi tablet tambah darah bagi ibu hamil untuk mengurangi anemia dan meningkatkan hasil kehamilan. Pemberian vitamin A kepada anak balita untuk melindungi mereka dari infeksi oportunistik dan meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh merek serta pemberian Zinc dan oralit untuk mengobati diare pada anak balita.

“Nutrition International berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur begitu juga dengan Dinas Kesehatan Kabupaten untuk kepemimpinan mereka dalam menangani kesehatan dan gizi untuk ibu hamil dan anak-anak. Kami bangga telah menjadi bagian dari kemitraan yang unik ini, dimana Pemerintah Kanada dan Australia mendukung kami untuk memaksimalkan sumber daya dalam mengintegrasikan program Zat Gizi Mikro yang berkontribusi pada percepatan pencegahan dan penurunan stunting. Dengan menggabungkan kekuatan dan pembelajaran dari satu sama lain, kita dapat menjangkau lebih banyak ibu hamil dan balita untuk memberikan layanan suplementasi zat gizi mikro serta program kesehatan dan gizi lainnya yang lebih efisien dan mempromosikan layanan tersebut dan manfaatnya bagi perempuan dan keluarga balita,” kata Dr Sri Kusyuniati, Direktur Nutrition International, Kamis (2/5/2019).

Dikatakan, Jatim memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga berkontribusi besar pada stunting, tidak hanya di 12 kabupaten lokus stunting, tapi juga di kabupaten-kabupaten lain. Total stanting di Jatim masih tinggi yakni 30 persen dari jumlah balita yang ada.

“Hari ini kita dipertemukan dari Gizi, Farmasi, Promkes, P2, karena masing-masing punya peran. Misalkan Seksi Farmasi sudah menyiapkan Tablet Tambah Darah, Seksi Promosi Kesehatan harus bisa mempromosikan. Dari pertemuan ini, masalah anemia bisa ditanggulangi. Juga kerjasama dan integrasi antar program semakin baik, termasuk perubahan perilaku di masyarakat terjadi. Kolaborasi antara P2 dan Gizi untuk pencegahan dan penanggulangan diare,” sela drg Vitria Dewi, MSi, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim.

Melalui program MITRA di 10 kabupaten di Jawa Timur, Nutrition International telah melatih lebih dari 300 tenaga kesehatan, pengelola program dari Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas pada pengetahuanpemantauan, pelaporan, perhitungan pengadaan dan konseling. Lebih dari 250 puskesmas di 10 kabupaten menerima seperangkat Materi Komunikasi Perubahan Perilaku tentang keterampilan konseling dan promosi pesan kesehatan yang terkait dengan pencegahan anemia, suplementasi vitamin A, dan penanganan diare.

Nutrition International dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten menjembatani kesenjangan dalam rantai pasokan TTD, zinc & oralit, dan kapsul vitamin A. Upaya advokasi berkelanjutan oleh Nutrition International telah berdampak peningkatan fokus dari pemerintah tentang penguatan intgerasi Suplementasi Zat Gizi Mikro dalam instrumen kebijakan seperti Sistem Informasi Manajemen Kesehatan dan peningkatan alokasi anggaran untuk perencanaan, implementasi, dan pemantauan program yang lebih baik. [rea/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar