Pendidikan & Kesehatan

Terkendala Pendistribusian

Stok Vaksin di Lamongan Sempat Kosong dan Vaksinasi Ditunda

Pengumuman tentang penundaan vaksinasi dosis II melalui laman media sosial Dinas Kabupaten Lamongan.

Lamongan (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan sempat mengumumkan penundaan vaksinasi dosis II melalui laman media sosialnya pada Senin (2/7/2021) kemarin sore. Penundaan tersebut dikarenakan adanya kendala terkait pendistribusian vaksin dari pusat. Akibatnya, stok vaksin di Lamongan sempat mengalami kekosongan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan, Muhammad Nalikan membenarkan, jika stok vaksin di Lamongan sempat mengalami kekosongan atau habis. Namun, lanjut Nalikan, stok vaksin akhirnya datang meski tidak mencukupi untuk semua orang yang akan melakukan vaksinasi dosis II.

“Semalam datang 240 vial, di mana tiap vialnya untuk 10 dosis penyuntikan. 240 vial itu dibagi, 140 vial untuk dosis 2 dan 100 vial lainnya untuk pelajar. Ada juga yang program vaksin Presisi melalui Polres sebanyak 163 vial, yang penyuntikannya disinergikan antara Polres dengan Pemda,” ujar Muhammad Nalikan saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/8/2021).

Lebih lanjut, Muhammad Nalikan menyampaikan, bahwa saat ini kebutuhan vaksin yang dibutuhkan di Lamongan sebanyak 1.605 vial. Meski jumlah vaksin untuk sementara tidak mencukupi, imbuh Nalikan, pelaksanaan vaksin untuk hari ini tetap dilakukan.

Diketahui, pelaksanaan vaksin tersebut didahulukan memang sesuai yang sudah masuk jadwal, karena memang kondisinya kekurangan vaksin. “Data per 29 Juli 2021 kemarin, kebutuhan vaksin di Lamongan sebanyak 1.605 vial, sehingga pelaksanaannya didahulukan sesuai yang sudah masuk jadwal,” tandasnya.

Dalam kesempatan lain secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Taufik Hidayat juga membenarkan, bahwa pelaksanaan vaksin sempat tertunda karena kendala vaksin dari pemerintah pusat belum datang. Lalu karena semalam vaksin sudah datang lagi, maka pelaksanaan vaksinasi akan segera dimulai kembali.

Selain itu, Taufik Hidayat juga menuturkan, bahwa pihaknya sudah melaporkan kekurangan vaksin ini ke Pemerintah Pusat secara periodik. “Sudah terlapor secara periodik via TI. Lamongan target wajib vaksin sekian, dosis 1 sudah sekian, kurang sekian. Dosis 2 sekian, jadwal selanjutnya tanggal sekian, itu sudah kita laporkan dan kemarin disampaikan kalau minggu ini akan datang,” tuturnya.

Terakhir, Taufik Hidayat mengungkapkan, bahwa total sasaran vaksin di Lamongan sebanyak 1.063.543. Dari total sasaran tersebut, diketahui baru tercapai sekitar 16 persen, sehingga Lamongan masih kurang banyak. Menurutnya, setiap kali vaksin tersebut datang, maka Lamongan langsung menggelar vaksinasi sesuai sasaran dan target yanh ditentukan. “Untuk vaksinasi tahap kedua, jadwal sampai akhir minggu ini seharusnya ada 14.205,” pungkasnya. [riq/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar