Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Stok Obat PMK Menipis

Disperta Kabupaten Mojokerto Fokuskan Pemberian Vitamin

Sapi yang terjangkit PMK akan mengeluarkan air liur. [Foto : dok]

Mojokerto (beritajatim.com) – Stok obat dan vitamin untuk penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menipis, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto fokus dalam pemberian vitamin.

Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan angka kesembuhan hewan ternak yang terjangkit PMK.

Kabid (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan), Disperta Kabupaten Mojokerto, drh Agoes Hardjito menjelaskan, hewan ternak yang terjangkit PMK akan mengalami penurunan metabolisme tubuh sehingga dibutuhkan suntikan vitamin secara rutin. “Ketika sapi ini sakit, metabolisme tubuhnya itu menurun,” ungkapnya, Jumat (20/5/2022).

Sehingga saat sapi sakit, lanjut Agoes, diperlukan pemberian vitamin untuk meningkatkan metabolisme tubuhnya. Karena sapi saat sakit nafsu makan turun sehingga vitamin yang seharusnya didapat dari sari-sari makanan berkurang sehingga bisa dibantu dengan memberikan vitamin.

“Vitamin-vitamin yang harus diberikan saat hewan ternak terjangkit PMK, yakni vitamin A, B kompleks, C, D, E. Vitamin ini harusnya bisa kita berikan setiap harinya. Fungsinya pun berbeda-beda vitamin ini. Vitamin A berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan jaringan. Vitamin ini dibutuhkan karena hewan ternak yang terjangkit PMK mengalami luka di bagian kukunya,” katanya.

Sehingga perlu tambahan vitamin untuk mempercepat penyembuhan luka. Virus PMK ini mengakibatkan hewan ternak kehilangan nafsu makan. Dengan hilangnya nafsu makan pada hewan, dikhawatirkan hewan mengalami anemia dan menyebabkan hewan mengalami gangguan pernafasan.

“Vitamin B sendiri kan fungsinya untuk membantu tambahan sel darah agar tidak anemia dan tidak terjadi hal yang kami khawatirkan, yaitu gangguan pernafasan pada hewan. Kita juga memberikan vitamin C ke hewan ternak diharapkan hewan ternak memiliki daya tahan tubuh yang semakin kuat agar tidak mudah tertular virus,” jelasnya.

Saat hewan ternak mulai berangsur membaik atau sudah masuk dalam proses recovery, masih kata Agoes, vitamin bolus juga diberikan ke hewan ternak untuk mempercepat proses penyembuhan. Jika sapi sudah mau makan akan diberikan suplemen vitamin bolus selama masa recovery untuk mempercepat proses pemulihan.

“Tim paramedis memberikan Antibiotika SB, Antibiotika LA, Antihistamin, Analgesik serta Gusanex. Dimana masing-masing obat tersebut memiliki fungsi penting dalam menyembuhkan hewan dari PMK ini. Antibiotika SB dan LA ini untuk hewan yang drop, tapi kalau kondisinya sangat drop, kami beri Antibiotika SB, karena yg LA itu dosisnya besar,” tuturnya.

Antihistamin fungsinya untuk menyembuhkan alergi. Jika hewan ternak keluar liur banyak, hal tersebut karena alergi sehingga diberikan Antihistamin. Analgesik sendiri untuk antinyeri. Tim juga memberikan Gusanex yakni obat semprot untuk luka terbuka di kuku sapi agar cepat kering dan tidak inveksi karena belatung. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar