Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Stok Obat PMK Kosong, DKPP Minta Peternak Sapi Lakukan Pengobatan Herbal

Pemeriksaan pada sapi terkait wabah PMK (foto : Temmy)

Sumenep (beritajatim.com) – Stok obat untuk penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Sumenep, saat ini kosong. Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep mengimbau masyarakat peternak hewan agar melakukan pengobatan herbal.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Sumenep, drh. Zulfa menjelaskan, kekosongan obat dan vaksin itu sudah terjadi hampir 1 bulan. Yang ada tinggal vitamin dalam jumlah sangat minim. “Minggu lalu kami dapat kiriman berupa vitamin. Tapi jumlahnya hanya 4 botol. Tidak mungkin cukup untuk disuntikkan pada ratusan sapi,” katanya, Sabtu (18/06/2022).

Karena itu, ia meminta agar para peternak sapi melakukan pengobatan herbal pada sapi-sapinya, sambil menunggu kedatangan obat untuk wabah PMK. “Saat kami tanyakan ke Provinsi, pengadaan obat itu paling cepat bulan depan. Karena itu, silahkan sapinya diobati secara herbal dulu,” ujarnya.

Hingga saat ini tercatat sudah lebih dari 1.000 sapi di Sumenep yang terserah wabah PMK. Sapi-sapi itu tersebar di 17 kecamatan di Sumenep, baik wilayah daratan maupun kepulauan.

Dalam penanganan wabah PMK, tim gabungan DKPP, Polres, dan Kodim membuka posko pengamanan untuk melakukan pengecekan terhadap hewan ternak berupa sapi yang keluar masuk Sumenep. Ada 2 posko yang dibuka, yakni di pertigaan Kecamatan Batuan dan Pamolokan Kecamatan Kota Sumenep. Selain itu, juga ada posko mobile saat pasar sapi. (tem/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar