Pendidikan & Kesehatan

Stok Habis, Vaksin Masal di Gelora 10 November Batal Digelar

Surabaya (beritajatim.com) – Secara terbuka, Walikota Surabaya, Eri Cahyadi mengakui stok vaksin di Kota Surabaya habis dan kini solusi terakhirnya adalah menunggu kiriman vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk kembali melakukan vaksinasi massal di Kota Pahlawan. Pasalnya kini stok yang ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya sudah habis.

Untuk itu, Walikota Surabaya Eri Cahyadi meminta kepada seluruh warga yang belum sama sekali mendapat vaksin dosis pertama, pun menunggu undangan untuk dosis kedua agar dapat bersabar dan tidak langsung datang ke Puskesmas atau layanan pelaksanaan vaksin.

Eri juga mengingatkan jika jeda antara vaksin pertama dan kedua, kini lebih panjang, yaitu selama 28 hari, sebab lebih efektif dalam meningkatkan antibodi. Sehingga warga Surabaya diminta sabar menunggu vaksin.

“Kalau ada vaksin insyaallah kita vaksin dengan segera, tapi kalau terlambat jangan khawatir. Khususnya warga yang menunggu dosis kedua, karena ada jeda waktu,” ujar Eri saat ditemui di Balai Kota, Surabaya, Selasa (3/8/2021).

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) itu mengaku dalam pengiriman tak bisa cepat karena pemerintah harus membagi rata dengan daerah lain. Kemudian, pemerintah juga menunggu kiriman dari luar negeri.

Sehingga, vaksin yang dikirim saat ini tidak sebanyak seperti dahulu yang sekali kirim bisa puluhan sampai ratusan ribu dosis ke daerah. “Saya harap sih tambahannya bisa ratusan ribu gak ribuan lagi, sehingga bisa kita lakukan secara massif sesuai target Pak Jokowi (Presiden Republik Indonesia),” ungkapnya.

Terakhir, pada 2 Agustus 2021, Pemkot Surabaya kembali mendapat tambahan vaksin Sinovac sebanyak 9.075 dosis dari Pemprov Jatim untuk suntikan dosis kedua, yang hari ini dilakukan di tiap puskesmas di Surabaya.

Adapun warga yang berhak menerima adalah warga yang mendapat undangan dari kelurahan atau puskesmas setempat melalui RT/RW. Sehingga, untuk sementara waktu tidak menerima suntikan dosis pertama. “Makanya syarat yang kami minta adalah harus menyertakan bukti kartu vaksin bahwa sudah menerima suntikan pertama,” pungkasnya. [way/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar