Pendidikan & Kesehatan

Di Tengah Pandemi Covid-19

Stok Darah UTD PMI Pamekasan Cukup untuk 4 Hari Kedepan

Pamekasan (beritajatim.com) – Persediaan stok darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, disinyalir hanya cukup untuk tiga hingga empat hari kedepan. Khususnya di tengah pandemi virus corona yang hingga saat ini terus meningkat.

“Untuk saat ini ketersediaan stok darah masih aman, setidaknya untuk tiga hingga empat hari kedepan. Khususnya di tengah pandemi Covid-19 ini,” kata Kepala UTD PMI Pamekasan, dr Achmad Syafirullah kepada beritajatim.com, Sabtu (13/6/2020).

Ketersediaan stok darah di unit yang dipimpinnya, sangat dibutuhkan kerjasama maupun kesadaran masyarakat untuk bersama membantu sesama. “Di tengah pendemi ini, tentunya sangat dibutuhkan kerjasama dan sikap gotong royong untuk menyiapkan ketersediaan stok darah. Apalagi ketersediaan saat ini hanya cukup untuk beberapa hari kedepan,” ungkapnya.

“Untuk sementara kita masih tetap ‘menunggu bola’, dalam artian menunggu partisipsi masyarakat untuk melakukan aksi donor darah. Hal itu bukan tanpa alasan, sebab petugas kami berada dalam status sangat beresiko tinggi (akibat pandemi Covid-19),” sambung pria yang akrab disapa dr Syafi.

Salah satu mahasiswa UNESA melakukan aksi donor darah dalam rangka kegiatan KKN di UTD PMI Pamekasan.

Lebih lanjut dijelaskan, ketersediaan stok darah untuk beberapa hari kedepan meliputi semua jenis atau golongan darah. “Jadi ketersediaan stok darah meliputi semua jenis darah, namun tidak kalah penting dibutuhkan kesadaran dan sikap gotong royong dari semua elemen masyarakat, khususnya para pendonor,” jelasnya.

“Dari itu sekali lagi kami sampaikan, bahwa kami sangat berharap peran serta dan partisipasi masyarakat untuk bersama dan bergotong royong menyiapkan ketersediaan stok darah di Pamekasan. Apalagi di tengah pandemi ini kami belum memungkinkan untuk melakukan aksi ‘jemput bola’ untuk melaksanakan aksi donor darah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, selama ini UTD PMI Pamekasan menerapkan aturan pendonor pengganti bagi masyarakat yang membutuhkan darah. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kekosongan stok darah, menyusul tertundanya berbagai jadwal donor darah akibat pandemi Covid-19.

Regulasi tersebut terbilang cukup berhasil, sebab selama ini UTD PMI Pamekasan belum sekalipun mengalami kekosongan stok darah khususnya selama masa pandemi Covid-19. Terlebih  komitmen dari seluruh pengurus maupun para staf untuk selalu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Sementara berdasar update peta sabaran Covid-19, terdata sebanyak 56 orang dinyatakan positif. Meliputi sebanyak 33 orang dirawat, sebanyak 10 orang dinyatakan sembuh dan sebanyak 10 orang lainnya meninggal dunia. Sedangkan total status PDP terdaftar sebanyak 79 orang, meliputi sebanyak 43 orang dalam pengawasan, 18 orang selesai dan 18 orang lainnya meninggal dunia.

Sementara untuk status Orang Dalam Pantauan (ODP) terdata sebanyak 525 orang, meliputi sebanyak 482 orang dinyatakan selesai dilakukan pemantauan, serta sebanyak 43 orang lainnya tengah dalam pemantauan tim satgas Covid-19. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar