Pendidikan & Kesehatan

Stok Darah di PMI Kota Mojokerto Aman

Petugas UTD PMI Kota Mojokerto saat kegiatan donor darah. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Stok darah di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kota Mojokerto saat ini aman. Meski menjadi rujukan daerah lain untuk kebutuhan darah, pihaknya menjamin jumlah persediaan darah yang ada di UTD PMI Kota Mojokerto.

“Stok darah aman. Kami stok empat hari kedepan harus punya 400 kantong darah,” ungkap Kepala UTD PMI Kota Mojokerto, dr Widya Astuti, Senin (23/9/2019).

Masih kata dr Widya, setiap bulan stok darah di UTD PMI Kota Mojokerto sebanyak 50 kantong. UTD PMI Kota Mojokerto juga mendapatkan permintaan kantong darah dari beberapa fasilitas kesehatan (faskes) baik di Kota Mojokerto maupun di luar daerah.

“Ada 68 faskes yang mengirimkan permintaan kantong darah ke kami. Di luar kota juga mengirimkan permintaan kantong darah seperti di Kesamben Jombang dan Balongpanggang Gresik. Untuk menjadi pendonor, ada beberapa karakteristik yang harus dipenuhi,” katanya.

Peserta donor darah minimal berumur 17 tahun, tensi darah normal antara 120 sampai 160, berat badan normal atau tidak berlebihan, tidak dalam keadaan minum obat, tidak sedang menyusui atau hamil. Faktor berat badan dan tensi darah juga sangat berpengaruh.

“Kalau berat badannya tidak normal atau obesitas, nanti di dalam darah ada lemak atau gajih yang sifatnya sudah tercampur dan tidak bisa dibuang dalam darah. Untuk tensi darah yang tinggi saat dilakukan pendonoran, dikhawatirkan peserta akan mengalami pendarahan saat dicabut,” jelasnya.

Karena, lanjut dr Widya, banyak mengeluarkan darah saat dicabut. Donor darah memiliki sejumlah manfaat bagi peserta maupun manusia yang ada di sekitarnya. Yakni donor darah bisa meregenerasi darah yang ada di tubuh.

“Donor darah juga memberikan kepuasan dan kebanggaan tersendiri. Kita bisa memberikan sesuatu yang tak terbatas nilainya kepada sesama manusia,” paparnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar