Pendidikan & Kesehatan

Stikosa-AWS Bantu PWI Jatim Hand Sanitizer dan Masker

Surabaya (beritajatim.com)-Civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) Surabaya memberikan bantuan hand sanitizer dan masker kepada PWI Jatim.

Penyerahan bantuan itu dilakukan Ketua Stikosa-AWS, Prida Ariani Ambar Astuti, Ph.D kepada Ketua PWI Jatim, Ainur Rohim di kantor PWI di Jalan Taman Apsari 15-17 Kota Surabaya, Jumat (15/5/2020) petang.

“Semoga bantuan dan dukungan kami ini bermanfaat untuk kalangan wartawan dalam menjalankan tugasnya di masa pandemi covid-19 ini,” kata Prida.

Dalam kesempatan tersebut, Prida didampingi sejumlah pimpinan Stikosa-AWS. Prida menyatakan, lembaga pendidikan tinggi yang dipimpinnya mulai berbenah untuk bergerak ke luar. Relasi dengan berbagai pihak eksternal sangat penting untuk mematangkan lulusan Stikosa-AWS agar siap menghadapi perkembangan praktis di lapangan, terutama yang berhubungan dengan ilmu komunikasi.

“Kami senang sekali jika PWI Jatim dan berbagai pihak di luar bersedia bekerja sama dengan Stikosa-AWS. Misalnya, kami akan memberikan kesempatan dan memperkuat kalangan praktisi memberikan kuliah di kampus kami,” katanya.

Ketua PWI Jatim, Ainur Rohim, mengatakan, masker dan hand sanitizer yang diberikan Stikosa-AWS sangat bermanfaat untuk kepentingan wartawan di masa pandemi covid-19. “Kami ucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan bantuan ini,” ujarnya.

Masker dan hand sanitizer ini sangat penting bagi wartawan yang bertugas di lapangan. Mereka berinteraksi dengan banyak kalangan berbeda-beda. Sehingga resiko wartawan terpapar virus corona cukup tinggi. “Masker dan hand sanitizer ini bagian dari pencegahan dari kemungkinan terserang virus tersebut sekaligus membentengi kesehatan wartawan,” tambahnya.

PWI Jatim, menurut Ainur, juga menekankan kepada manajemen Stikosa-AWS untuk melibatkan kalangan praktisi dalam memberikan materi kuliah kepada mahasiswanya. Tujuannya, agar tak terjadi gap antara teori dengan praktek komunikasi publik dan bisnis di lapangan. “Biar tak tergagap-gagap melihat kondisi lapangan setelah lulus kuliah,” katanya mengingatkan. [tok/air]





Apa Reaksi Anda?

Komentar