Pendidikan & Kesehatan

Status OTG, 5 Warga Kota Mojokerto di Karantina di Rusunawa

Mojokerto (beritajatim.com) – Hingga saat ini, ada lima warga dikarantina di Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) di Kelurahan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Ke lima warga tersebut berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan harus menjalani karantina selama 14 hari setelah hasil rapid test reaktif (positif).

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, kelima warga tersebut menjalani karantina sejak beberapa hari lalu. “OTG kelima mulai di karantina kemarin. Riwayatnya, kebetulan salah satu keluarga bekerja di Surabaya,” ungkapnya, Rabu (13/5/2020).

Setiap hari, lanjut Gaguk, salah satu OTG kelima melakukan perjalanan ke Surabaya dan indikasinya kontak erat dengan salah satu pasien positif di Surabaya. Sehingga yang bersangkutan dinyatakan OTG. Gaguk menjelaskan, saat ini keluarga OTG jiga dilakukan rapid test.

“Kondisi semua OTG yang dilakukan karantina di Rusunawa secara fisik tidak menunjukan adanya keluhan, secara fisik kelihatan seperti sehat. Mereka menempati kamar sendiri-sendiri. Dari 5 OTG, 2 OTG masih satu keluarga. Selama di karantina akan dilakukan pengawasan oleh satu tim yang bertugas di sana,” jelasnya.

Dalam satu tim terdiri dari satu orang dokter, empat orang perawat, dua orang bidan, dua orang tenaga administrasi, tiga orang cleaning servis dan dua orang tenaga keamanan. Mereka akan bertugas di Rusunawa selama 14 hari dan setelah itu akan diganti tim selanjutnya.

“Jadi yang terjadi masih transmisi luar kota, kontak erat positif luar kota. Setidaknya 14 hari tapi nanti dalam perkembangan dipantau lagi, kalau memang diperlukan langkah-langkah perpanjangan karantina atau tindakan-tindakan lain maka tim medis akan memberikan rekomendasi. Swab akan dilakukan menunggu perkembangan,” tegasnya.

Menurutnya, tim medis akan memantau terus akan memberikan rekomendasi akan dilakukan swab atau tidak. Gaguk menambahkan, karantina dilakukan jika ketika seseorang dinyatakan OTG/PDP/ODP/PDR dan harus dilakukan karantina tapi tempat kurang memenuhi syarat berbagai hal sehingga dibutuhkan karantina luar maka Pemkot Mojokerto sudah mempersiapkan hal itu.

“Dijamin lebih bagus karena segala fasilitas sudah tercukupi, tiga kali makan dan ada wifi. Ini juga antisipasi pemudik tapi sampai saat ini belum ada, semoga jumlah laju perjalanan penumpang angkutan umum dari luar kota ke Mojokerto tidak meningkat. Tapi dilihat trend dari hari ke hari semakin menurun,” tuturnya.

Jika sebaliknya, tambah Gaguk, Pemkot Mojokerto menyiapkan dua tempat yang layak digunakan sebagai tempat karantina. Yakni Balai Diklat di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari dan Rusunawa di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar