Pendidikan & Kesehatan

Status Orange, Proses KBM di Pamekasan Terapkan PJJ

Pamekasan (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Akhmad Zaini belum mengizinkan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan instansi yang dipimpinnya dengan menerapkan sistem tatap muka dan tetap pada model daring alias Online.

Sekalipun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Nadiem Makarim, sudah mengizinkan sekolah menerapkan proses KBM tatap muka, selama tegolong katagori zona hijau dan kuning pandemi Covid-19.

Apalagi kasus penyebaran wabah virus corona di kabupaten Pamekasan, masih tercatat sebagai zona orange. Sehingga belum diperkenankan untuk menerapkan sistem pembelajaran tatap muka. “Saat ini ada tambahan zona untuk kembali membuka proses KBM dengan sistem tatap muka, yaitu zona kuning,” kata Akhmad Zaini, Minggu (9/8/2020).

“Memang sebelumnya proses pembelajaran tatap muka hanya diperbolehkan untuk wilayah yang masuk katagori zona hijau saja. Tetapi Kemendikbud (Kementerian) kembali memberi izin untuk wilayah dengan katagori zona kuning, itupun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” unykapnya.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif sekaligus upaya mencegah penyebaran Covid-19, sekaligus upaya meminimalisir dampak negatif Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah pandemi. “Jika nanti ada wilayah yang masuk zona kuning, akan ada beberapa regulasi tentang protokol kesehatan sebagai penunjang proses KBM,” jelasnya.

“Sementara saat ini Pamekasan masih masuk katagori zona orange, jadi untuk wilayah zona merah dan orange masih menerapkan pembelajaran daring. Bahkan sekalipun ada desa atau kecamatan ada yang masuk zona kuning, namun dalam skala kabupaten masih status orange atau merah, proses pembelajaran tetap daring,” tegas Zaini.

Disinggung soal langkah antisipatif terhadap kendala pembelajaran daring, pihaknya mensiasati melalui layanan luring, yakni mendatangkan guru ke rumah siswa dengan menerapkan pembelajaran kelompok di salah satu rumah siswa. “Sistem ini juga harus menerapkan protokol kesehatan, tentunya juga harus dengan izin orang tua atau wali siswa,” tegasnya.

“Dari itu kami berharap agar siswa maupun guru tetap bersemangat menjalani pembelajaran secara daring, karena saat jni masih dalam masa pandemi. Tidak kalah penting kami juga berharap peran serta orang tua atau wali siswa agar terlibat aktif mendampingi putra putrinya melaksanakan pembelajaran daring,” pungkasnya. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar