Pendidikan & Kesehatan

Status Magetan Turun Jadi Zona Oranye

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, Hari Widodo.

Magetan (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan menyatakan saat ini wilayah tersebut berada pada zona oranye terkait kasus penyebaran Covid-19 setelah sebelumnya berada pada zona merah.

“Magetan selama dua pekan sebelumnya berstatus zona merah. Alhamdulilah mulai Selasa sudah turun menjadi zona oranye,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, Hari Widodo kepada┬áberitajatim.com, Kamis (4/3/2021).

Ia menambahkan, berubahnya zona merah ke zona oranye karena testing, tracing, treatment (3T) dan mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan (5M) berjalan di Magetan, dan juga diimbangi penegakan protokol kesehatan.

“Salah satu strateginya kita memaksimalkan testing, ini terbukti dari evaluasi provinsi kita sudah melebihi target dari sehari 90 sample sekarang sudah 184 sample. Karena banyak testing kita bisa menekan angka positivity rate dan kita bisa berubah menjadi zona oranye,” terang Hari.

Selain itu, pihaknya memaksimalkan tracing di puskesmas. Ketika kecamatan atau desa ada kasus positif Covid-19, puskesmas akan terjung langsung untuk melakukan tracing. “Dari tracing nanti akan langsung di swab, untuk mengurangi resiko penyebaran Covid-19 ini,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk treatment ia sudah berusaha mengurangi angka kematian di rumah sakit dengan menambah jumlah ruangan rawat inap, obat-obatan dan sarana prasarana. Untuk pengawasan pasien icu, ruangan icu sudah dipasang cctv untuk memudahkan pengawasan.

“Jadi tidak ada lagi kasus kematian tanpa sepengetahuan petugas karena sudah ada layar monitor. Ini salah satu bentuk upaya kita untuk mengurangi angka kematian karena Covid-19,” ungkapnya.

Terakhir, pihaknya juga sudah menyiapkan banyak tempat isolasi, untuk mengantisipasi lonjakan kasus. Yaitu ada di tiga tempat di rejomulyo, secata dan gebyok.

“Untuk antisipasi ketika faskus dekat bank jatim penuh. Tapi alhamdulillah kapasitas tidak sampai penuh karena banyak yg memilih isolasi mandiri,” tutupnya.(asg/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar