Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Soal Vaksin Booster Kedaluwarsa, Ini Penjelasan Pemkot Malang

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif.

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang memastikan 2.500 vaksin booster astrazeneca yang kedaluwarsa masih aman. Jaminan keamanan itu karena telah direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Indonesian Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI).

Kadinkes Kota Malang Husnul Muarif mengatakan vaksin ini boleh digunakan untuk 1 bulan ke depan. Saat ini vaksin disimpan di kantor Dinkes Kota Malang. Vaksin akan didistribusikan dan disuntikan setelah surat resmi dari Kemenkes dan ITAGI turun.

“Jadi informasinya memang Kemenkes dan ITAGI itu memberikan rekomendasi perpanjangan satu bulan, namun kita masih menunggu surat resminya. Kalau suratnya sudah keluar rekomendasi dari Kemenkes dan ITAGI baru vaksin yang ED (expired date) nya 28 Februari baru kita keluarkan kita berikan ke masyarakat untuk booster,” kata Husnul, Selasa (8/3/2022).

Husnul mengatakan, istilah 2.500 vaksin ini bukan kedaluwarsa tetapi perpanjangan masa kedaluwarsa. Tetapi batas baru masa kedaluwarsa menunggu surat resmi dari Kemenkes dan ITAGI. Sedangkan tanggal kedaluwarsa 28 Februari 2022 kemarin berasal dari pabrik vaksin.

“Jadi menyebutnya jangan kedaluwarsa, karena direkomendasikan oleh Kemenkes dan ITAGI bahwa vaksin ini bisa digunakan sampai dengan tanggal berapa menunggu suratnya. Jadi istilahnya perpanjangan masa vaksin, perpanjangan masa expired juga bisa,” ujar Husnul.

Husnul mengatakan, vaksin ini belum disuntik karena masih menunggu surat resmi dari pusat. Sedangkan untuk keterlambatan disebebakan oleh beberapa faktor. Antaralain masyarakat yang terlebih dahulu melihat jenis vaksin sebelum mengikuti program vaksinasi.

“Belum disuntikan. Kita masih menunggu surat kalau informasi informal sudah. Begitu surat datang kita komunikasikan dan distribusikan untuk dilakukan booster. Droping cukup waktu sebenarnya, satu bulan waktunya. Cuma kenapa ada beberapa dosis. Karena masyarakat masih bertanya vaksin boosternya apa. Kadang-kadang tidak mau, disampaikan astrazeneca masyarakat tidak mau,” tandasnya. [luc/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar